"Kita sudah koordinasikan dengan warga Tionghoa," ujar Camat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Arifin Nainggolan, Sabtu.
Camat mengatakan, pembenahan dengan nuansa Tiongkok ini untuk menarik perhatian dan minat pengunjung, khususnya etnis Tionghoa merayakan hari besar keagamaan mereka di kota turis Parapat ini.
"Kita juga berupaya menggelar pertunjukkan seni Barongsai. Kita lihat saja nanti," kata camat.
Pemerintah kecamatan juga memgimbau kepada pengusaha perhotelan untuk tidak menaikkan tarif terlalu tinggi, tetapi lebih kepada pemberian pelayanan yang maksimal sehingga pengunjung terpuaskan.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Simalungun, Husin Toni mengatakan, penginapan umumnya memperindah diri disesuaikan dengan moment hari besar tertentu.
"Sudah menjadi kebiasaan hotel dan restoran membuat pernik-pernik, dicocokkan dengan hari besar apa yang dirayakan," kata Husin.
Masyarakat dan pemerintah kecamatan dalam sepekan ini sudah memasang lampion bernuansa merah di sepanjang jalan-jalan utama dan antargedung, sehingga kota turis ini nampak semarak. ***4***
(T.KR-WRS/B/Suparmono/Suparmono) 14-02-2015
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.