Medan, 28/12 (Antara) - Sumatera Utara pada 2015 mendapat jatah pupuk bersubsidi lebih banyak dari tahun 2014 atau 434.050 ton untuk mendorong swasembada pangan di daerah itu dan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Room S di Medan, Minggu, mengatakan, pada tahun 2014, kuota pupuk bersubsidi Sumut masih 429.500 ton.

"Diharapkan alokasi pupuk untuk semua sektor mulai tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan dan perkebunan rakyat yang bertambah tersebut bisa membantu petani meningkatkan produksai yang otomatis mendorong swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi (Joko Widodo)," katanya.

Dari total jumlah alokasi pupuk bersubsidi itu masing-masing urea sebanyak 164.000 ton, SP 36 sejumah 46.050 ton, ZA 52.000 ton, NPK 135.000 ton dan organik 35.000 ton.

Alokasi pupuk tahun ini naik antara lain untuk jenis urea yang memang masih menjadi kebutuhan utama petani.

Tahun lalun, jenis urea masih sebanyak 163.500 ton "Memang dibandingkan kebutuhan yang cukup besar, alokasi pupuk bersubsidi yang bertambah tahun ini juga masih belum memadai.Tetapi harus disyukuri," katanya.

Menurut Room, diharapkan penyaluran pupuk bisa sesuai rencana sehingga kalau nantinya dibutuhkan penambahan, bisa minta tambahan ke Pusat.

Adapun soal penyaluran ke petani, kata dia, tetap masih seperti aturan lama yakni berdasarkan sistem rencana defenitif kerja kelompok atau RDKK.

Anggota DPD RI, Parlindungan Purba mengaku senang masih dijalankannya program pupuk bersubsidi setelah sebelumnya ada wacana mau dihapuskan Pemerintah.

Petani, kata dia, masih tetap membutuhkan dukungan dalam peningkatan produksi.

Apalagi, kata Parlindungan, ada program Swasembada Pangan tiga tahun ke depan.

Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia atau Gapperindo Sumut Dalhari Harahap berharap alokasi pupuk bersubsidi ditingkatkan ke tanaman perkebunan.

Harus dilihat, bahwa tanaman perkebunan juga menjadi penolong kesejahteraan rakyat dan perekonomian nasional.

Apalagi petani karet sendiri dewasa ini sedang mengalami kesulitan akibat harga ekspor yang anjlok. ***3*** Biqwanto (T.E016/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 28-12-2014 13:50:06

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026