Hal itu terungkap saat rombongan misi dagang Bengkalis yang juga membawa beberapa pelaku UMKM berkunjung ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Kamis.
Pimpinan misi dagang Bengkalis, Airlangga, dalam kesempatan itu mengatakan, mereka ingin memasarkan sejumlah produk unggulan UMM Bengkalis di ibukota Provinsi Sumatera Utara itu.
Menurut dia, Bengkalis banyak menghasilkan berbagai produk seperti dodol, terasi meskom, kerupuk peyek wan wasiyah, lempuk durian agus, mie sagu, kerupuk cabe, kerupuk ikan tenggiri dan abon ikan yang merupakan hasil produk UMKM.
"Untuk itulah kami datang ingin memperkenalkan produk, sekaligus bermaksud membuka pasar di Kota Medan," katanya.
Untuk itulah dalam kunjungan tersebut, Airlangga juga menyampaikan pihaknya sengaja membawa tiga pelaku UMKM dari Bengkalis yang memang berkeinginan memasarkan produknya ke luar daerah.
Ketiga pelaku UMKM tersebut yakni Muhaimin, pengerajin lepuk dan dodok durian serta nenas, Betty pengerajin jamur tiram organik dan Iwan yang merupakan pengerajin mie sagu.
Sebenarnya lanjut dia, pihaknya ingin membawa lebih banyak lagi pelaku UMKM dari Bengkalis, namun berhubung adanya keterbatasan, yang dibawa hanya tiga orang saja.
"Selain ingin memperkenalkan produk, mereka juga bisa bertukar pengalaman dengan pelaku UKMM sekaligus melihat langsung kondisi pasar guna mendukung pemasaran produk," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Medan, Syafrizal Arif menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kunjungan rombongan misi dagang Bengkalis tersebut.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti untuk menjalin hubungan di tataran bisnis to bisnis dengan melibatkan pelaku UMKM Kota Medan dengan Kabupaten Bengkalis.
Menurut dia, Kota Medan sebagai sentra jasa dan perdagangan, masih membutuhkan akses pemasaran terhadap produk-produk UMKM dari daerah lain.
"Untuk itulah dengan kedatangan rombongan misi dagang Bengkalis ini, saya berharap dapat dijalin kerjasama yang saling menguntungkan. Produk UMKM Kota Medan bisa dipasarkan di Bengkalis, begitu juga sebaliknya," katanya.
Terkait dengan kunjungan misi dagang Bengkalis tersebut, Kabid Perdagangan Disperindag Medan Irfan Syarif Siregar menyampaikan saran, agar hubungan yang telah terjalin ini segera ditindaklanjuti dengan hubungan antar intansi atau dinas maupun antar pelaku usaha.
Menurut dia hal tersebut penting dilakukan mengingat per-Januari 2015 akan memasuki iklim bisnis pasar tunggal ASEAN (AFAS).
Untuk itu semua pihak, mau tidak mau, bisa atau tidak bisa, harus berbenah memasuki AFAS.
Dimana tidak hanya banjirnya produk asing ke pasar domestik, dinas terkait juga harus mengawasi kualitas produk lokal untuk memastikan apakah sudah memiliki kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk asing.
"Untuk itulah kerjasama dengan Kabupaten Bengkalis segera ditindaklanjuti sebagai salah satu langkah menyikapi AFAS tersebut," katanya. ***2***
Biqwanto
(T.KR-JRD/B/B. Situmorang/B. Situmorang)
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.