Oleh Evalisa Siregar

   Medan,  (Antara) - Serangan penyakit demam berdarah dengue di Sumatera Utara belum mencapai status kejadian luar biasa meskipun menunjukkan peningkatan, kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut Raden Roro Siti Hartati Surjantini.

       "Pemerintah sedang dan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan dan mengatasi serangan DBD  (demam berdarah dengue) dan berharap masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan," katanya di Medan, Jumat.

        Penanganan serius dan kewaspadaan masyarakat dinilai diperlukan mengingat hingga akhir tahun curah hujan semakin tinggi.

        Selain sudah menginstruksikan semua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas)bersiaga penuh dan  melakukan pengasapan "fogging",  masyarakat juga diminta untuk menjaga lingkungan.

       Dengan menjaga lingkungan, diharapkan nyamuk aedes aegypti itu tidak berkembang biak di berbagai kawasan yang bisa membahayakan warga.

        Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes  Sumut, NG Hikmet, menjelaskan, meski secara total DBD belum berstatus KLB.

        Namun ada  tiga kabupaten/kota yang sudah  berstatus KLB yakni  Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Binjai.

     . Status KLB di  tiga kabupaten/kota tersebut karena adanya peningkatan jumlah kasus DBD hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun sebelumnya.  
  Selain itu, dijumpai juga korban jiwa atau tujuh orang  akibat penyakit DBD itu.

       Dari sebanyak tujuh  orang yang meninggal dunia itu, tiga orang korban dari Labuhanbatu, tiga penduduk di  Labuhanbatu utara  dan satu  orang dari Binjai.

       Meski  terjadi peningkatan serangan DBD,  tingkat penularan penyakit itu  di Sumut masih tergolong rendah.

      Sejak  Januari hingga Agustus 2014, CFR (case fatality rate) kasus DBD di Sumut hanya 0,6 persen atau  di bawah angka nasional yang mencapai satu  persen.

      Angka CFR yang rendah itu salah satunya disebabkan sudah semakin mengertinya masyarakat tentang  gejala penyakit tersebut  dan  cepatnya penanganan.

       "Meski persentase CFR lebih rendah, tetapi tetap saja  perlu diwaspadai karena dari 2.830 kasus DBD di Sumut hingga Agustus dilaporkan ada 17 orang meninggal dunia. ***3***
  
(T.E016/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti) 24-10-2014 19:08:12

Pewarta:   Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026