"Selain mahal, empat hari langka. Baru kemarin ada yang menjual lagi," kata Ucok Maspar, Ketua Koperasi Pane Sapokat Kabupaten Labuhanbatu melalui telepon, Jumat.
Harga premium bersubsidi juga mengalami kenaikan pada waktu yang sama.
"Bensin biasanya Rp7.000, tetapi pada dua hari ini sudah dijual orang itu Rp8.000p erliter, dan untuk mendapatkannya tidak segampang dulu," paparnya.
Selaku warga Kecamatan Panai Tengah yang merupakan satu dari empat wilayah pinggiran pesisir pantai di Kabupaten Labuhanbatu, Ucok Maspar menerangkan kondisi sama juga terjadi di Kecamatan Panai Hilir.
Situasi yang merugikan warga khususnya di wilayah perairan itu diperkirakannya terjadi akibat spekulan atau tengkulakg membeli BBM dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah daratan.
UUcok berharap ada sikap dan kebijakan dari pemerintah setempat. "Minimal kondisi ini diketahui pemerintah agar ada upaya bagaimana situasi ini dapat pulih demi meminimalkan kerugian warga pantai," ujarnya lagi.
Plt Setdakab Labuhanbatu Ali Usman Harahap yang juga Ketua Tim Monitoring, Pengawasan dan Pendistribusian BBM belum berhasil ditemui dikantornya. Permintaan konfirmasi per telepon juga belum ditanggapinya. ***2***
(T.KR-JKG/B/A.J.S. Bie/A.J.S. Bie)
Pewarta: Joko Gunawan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.