"Armada agkutan darat yang dioperasikan harus benar-benar dalam kondisi laik jalan dan dipastikan aman mengangkut penumpang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara, Anthony Siahaan di Medan, Selasa.
Ia menegaskan hal itu dalam pertemuan dengan pemilik bus angkutan dan Pengurus Organda Provinsi Sumut.
Pengoperasian bus angkutan yang laik jalan, lanjutnya, mutlak direalisasikan demi menjaga keselamatan penumpang, termasuk pada saat terjadinya peningkatan arus mudik dan balil Lebaran.
Ia juga meminta pemilik bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Mobil Penumpang Umum (MPU) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) senantiasa mempersiapkan sebaik-baiknya kondisi armada angkutannya sebelum dioperasikan untuk mengangkut penumpang.
"Pemilik bus atau MPU perlu melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin armadanya" ujar Anthony didampingi Kabid Darat Dishub Sumut Darwin Purba.
Selain itu, pihaknya juga minta pengusaha dan sopir bus angkutan umum di Sumut agar dapat menjaga nama baik dan tidak mengecewakan para penumpang.
"Pelayanan kepada penumpang harus tetap diperhatikan dengan baik, termasuk dalam hal ketepatan jadwal berangkat maupun tiba di tempat tujuan," kata Anthony.
Khusus kepada para sopir bus, ia mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan.
"Sopir bus saat menjalankan tugasnya dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak menggunakan narkoba, karena ini sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang," ujarnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Darat Dishub Sumut Darwin Purba, menyebutkan, pada Idul Fitri 1435 Hijriah, sebanyak 37 perusahaan telah mempersiapkan AKDP sebanyak 729 unit dengan total 18.694 tempat duduk.
Sedangkan armada MPU sebanyak 821 unit dengan kapasitas 6.568 tempat duduk.
Khusus armada AKAP yang dikelola oleh 25 perusahaan, memiliki total 594 unit bus dengan kapasitas 23.760 tempat duduk. (M034)
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.