Medan, 4/4 (Antara) - Bubuk kopi robusta asal Kabupaten Dairi yang dipromosikan di Pekan Raya Sumatera Utara ke-43 di Medan, tidak hanya diminati masyarakat Pulau Jawa dan daerah lainnya, tetapi juga warga Malaysia yang berkunjung ke pameran itu.
Penjaga Pameran Paviliun Kabupaten Dairi di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Medan, Loly Asmita Sari br Manik, Jumat, mengatakan, bubuk kopi robusta paling banyak dicari pengunjung dari berbagai daerah, sehingga pihaknya harus memiliki banyak persediaan.
Ketertarikan dua warga Malaysia, Zuskar (60) dan Rosmina (55) terhadap kopi robusta Dairi, menurut Asmita, selain karena rasanya sedap, harum, juga tidak terasa membosankan untuk diminum.
Selain itu, kopi robusta Dairi tersebut warnanya juga hitam pekat, kental dan ketika diseduh dengan air panas dan diminum benar-benar terasa nikmat.
"Jadi, kopi robusta asal Dairi sampai saat ini belum ada yang mengimbangi rasanya dengan kopi lainnya seperti kopi Arabika, kopi Ateng dari Kabupaten Tapanuli Utara, maupun Lampung," ujar pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Dairi itu.
Dia menyebutkan, dari seluruh komoditi perkebunan Kabupaten Dairi yang dipamerkan di PRSU, beberapa di antaranya kopi arabica, kopi robusta, gambir, kemiri, nilam, dan kakao.
Namun, jelasnya, yang paling disukai dan dicari pengunjung adalah kopi robusta, karena merupakan primadona di PRSU tersebut.
"Warga Medan, Jakarta, Bandung dan daerah lainnya yang berkunjung ke lokasi pameran itu, banyak yang memborong kopi robusta untuk oleh-oleh," kata Asmita.
Luas wilayah Kabupaten Dairi adalah 192.780 hektare, jumlah penduduk 273.394 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 122,6 jiwa per kilometer persegi (KM2).
Luas perkebunan kopi arabica di Kabupaten Dairi mencapai 10.505 hektare, produksi 8.541,5 ton, dan tanaman tersebut tersebar di Kecamatan Sidikalang, Kecamatan Sitinjo, dan Kecamatan Berampu.
Kecamatan Parbuluan, Kecamatan Sumbul, Kecamatan Silima Punga-punga, Kecamatan Lae Parira, Kecamatan Siempat Nampu dan Kecamatan Pegagan Hilir.
Sedangkan, luas perkebunan kopi robusta 7.902 hektare, produksi mencapai 2.604,60 ton, dan tersebar di Kecamatan Sidikalang, Kecamatan Sitinjo, Kecamatan Berampu, Kecamatan Parbuluan, Kecamatan Sumbul, Kecamatan Lae Parira, Kecamatan Siempat Nampu Hulu, Kecamatan Tiga Ligga, dan Kecamatan Gunung Silember. ***2***
(T.M034/B/T. Susilo/T. Susilo)
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.