Medan, 6/3 (Antara) - Kabut asap tebal yang selama beberapa hari terakhir menyelimuti sebagian Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kini mulai berkurang.
"Saat ini kabut asap sudah berkurang, dan Bandara Dr Ferdinand Lumbantobing di Pinang Sori juga sudah bisa didarati pesawat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Tapanuli Tengah, Ir Bonaparte Manurung dihubungi dari Medan, Kamis.
Sebelumnya, sejak hari Minggu (2/3) Bandara udara yang berlokasi di Kecamatan Pinang Sori terpaksa ditutup sementara, karena pengaruh asap tebal yang dapat membahayakan penerbangan.
"Namun, sejak hari Selasa (4/3) penerbangan di Bandara Pinang Sori kembali lancar seperti biasa, dan dapat didarati pesawat terbang Wing Air," ucap Bonaparte.
Ia menambahkan, ditutupnya sementara kegiatan penerbangan di Bandara Udara Dr Ferdinand Lumbantobing, akibat kabut asap tebal dan jarak pandang hanya 300- 400 meter. Seharusnya jarak pandang penerbangan itu adalah 1.500 meter lebih.
"Kalau jarak pandang 400 meter digunakan penerbangan, tentunya membahayakan bagi penerbangan pesawat di daerah tersebut," ujar Kepala BPBD Tapteng.
Sebelumnya, penutupan yang pertama Bandara Dr Ferdinand Lumbantobing di Kecamatan Pinang Sori, Rabu (19/2) juga akibat asap tebal yang menutupi daerah daratan dan perairan Kabupaten Tapteng.
Sejumlah penerbangan dari Bandara Pinang Sori ke Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang atau sebaliknya terganggu dan terpaksa dibatalkan.
Penutupan sementara Bandara di Pinang Sori, untuk kepentingan keamanan penumpang dan keselamatan penerbangan, serta menjaga hal-hal yang tidak diingini.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menyebutkan, banyaknya tebaran titik panas atau hotspot telah mengganggu keamanan bagi penerbangan yang melalui bandar udara di wilayah setempat.
"Di daerah ini terdata mencapai 85 hotspot. Hal ini memengaruhi jarak pandang menyusut bisa sampai 200 meter hingga 2.000 meter. Karena itu kami mengeluarkan 'warning' karena dengan jarak pandang di bawah 5.000 meter tidak aman lagi untuk penerbangan," kata Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Bandara Kualanamu, Mega Sirait.(M034)
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.