Oleh Joko Gunawan



Rantauprapat, 13/2 (Antarasumut) - Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhan Batu serius menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.

"Selama kurun waktu tiga tahun terakhir, angka penderita DBD di Labuhan Batu terus berkurang," kata Kepala Dinas Kesehatan Labuhan Batu, Helifenida di Rantauprapat, Kamis.

Helifenida didampingi Pengelola Program DBD Labuhan Batu, Sahari Bulan Siregar, lebih lanjut mengemukakan, tahun 2011 terdapat 219 warga terserang DBD dengan rincian lelaki 143 dan wanita 76 orang.

Tahun 2012, lanjutnya, jumlah penderita DBD di wilayahnya tercatat 89 orang yang terdiri dari 42 laki-laki dan 47 wanita.

Sedangkan tahun 2013, penderita penyakit sejenis sebanyak 83 orang dengan rincian 37 orang lelaki dan 46 wanita.

Terkait dengan pergantian musim dari musim hujan ke kemarau sekarang ini, pihaknya menghimbau agar warga menerapkan perilaku hidup bersih dengan cara melakukan pengurasan parit dan genangan air, membakar sampah serta menimbun tumpukan sampah di sekitar rumah masing-masing.

"Genangan air yang terdapat di sekitar tabung kulkas, dispenser atau kemasan-kemasan bekas minuman dan lainnya, juga rentang menjadi tempat berkembang biak nyamuk," ucap dia.

Menurut Helifenida, penanganan kesehatan dan termasuk pencegahan penyakit bukan mutlak tanggung jawab pemerintah semata, melainkan harus ada bentuk kepedulian dari masyarakat.

"Peran warga juga sangat diperlukan, meskipun kami terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan," katanya.

Ia menilai, kegiatan pengasapan atau fogging untuk mengurangi berkembang biaknya nyamuk merupakan bentuk penanganan kasus yang terjadi dan dinilai kurang efektif jika dibanding dengan penerapan perilaku hidup bersih.

"Intinya jagalah kebersihan lingkungan, erdayakan gotong-royong, karena itu langkah yang terbaik," tambahnya.

Sementara Ketua Forum Masyarakat Madani (FMM) Labuhan Batu, Sabaruddin Marpaung, mengingatkan warga agar selalu memanfaatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang ada agar penanganan kesehatan lebih terjamin.

"Bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan hendaknya segera berobat ke pusat pelayanan kesehatan terdekat agar bisa ditangani sesuaid dengan standar medik," ujarnya.

Dikatakan Sabaruddin, musim pancaroba sekarang ini rentan menimbulkan wabah penyakit DBD, sehingga warga perlu melakukan langkah antisipatif. (JG)

Editor: T. Nico Adrian

Pewarta: Joko Gunawan
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026