Oleh Juraidi

Medan, 6/2 (Antara) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara akan membentuk kelas sekolah khusus olah raga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam upaya menjaring dan membina bibit-bibit atlet berbakat.

Kepala Bidang Bina Olah raga Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Sumut) Darwis Siregar di Medan, Kamis, mengatakan sekolah khusus olahraga yang direncanakan mulai menerima siswa angkatan pertama tahun 2015 tersebut nantinya akan terintegrasi dengan SMA 15 Medan.

Untuk tahap awal akan menerima tiga kelas yang masing-masing kelas berisi sebanyak 30 sampai 40 siswa, yang merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dan tim seleksi dari Dispora Sumut.

"Kurikulum mereka tetap sama dengan sekolah biasa, namun ada penambahan di bidang olah raga. Teknis penerimaan siswa nanti, kita
akan bekerjasama dengan pengurus cabang olah raga dan pemerintah daerah kabupaten dan kota," katanya.

Sementara cabang olah raga yang akan ditekuni para siswa tersebut nantinya, menurut dia masih dalam pembicaraan, namun yang pasti secara perlahan akan disesuaikan dengan cabang olah raga yang dipertandingan di Pekan Olah raga Pelajar Nasional (Popnas).

"Karena ini pelajar, tentunya cabang olahraganya juga nantinya harus kita sesuaikan dengan Popnas. Namun begitupun untuk lebih jelasnya masih kita bicarakan lagi dengan berbagai pihak yang berkompeten," katanya.

Dengan adanya sekolah tersebut nantinya diharapkan pembinaan terhadap bibit-bibit atlet tersebut dapat lebih terfokus dan para siswa dari waktu ke waktu dapat terus terpantau karena nantinya mereka akan diasramakan.

Selain itu, dengan adanya sekolah khusus olah raga itu
nantinya, minat para gerenasi muda untuk menggeluti olahraga prestasi
akan kian meningkat, yang akhirnya akan semakin banyak lahir
bibit-bibit atlet berbakat.

Terlebih lagi Sumatera Utara saat ini sedang berjuang untuk menjadi tuan rumah Pekan Olah raga Nasional (PON) ke-xx tahun 2020, yang tentunya jika harapan tersebut terwujud nantinya sudah didukung dengan tersedianya SDM atlet.

"Tersedianya calon atlet yang berkualitas, tentunya menjadi modal dasar bagi kita jika nanti menjadi tuan rumah PON. Karena untuk
mencetak atlet berprestasi tidak bisa dilakukan secara instan,
melainkan secara berkala dan sejak dini," katanya. (KR-JRD)

Pewarta: Juraidi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026