Samsoir (Antarasumut)- Para petani di Kabupaten Samosir kini lebih memilih menjual kemiri kupas ketimbang menjual buah kemiri cangkang karena keuntungan yang diperoleh dinilai lebih menjanjikan.

Harga kemiri yang belum dikupas dihargai Rp 12.000 per liter, sementara untuk kemiri yang sudah dikupas dibandrol Rp 40.000 per liter," ujar Oppung Niko boru Simbolon salah seorang petani kemiri di Pangururan. Harga kemiri naik Rp 2.000 per liternya dari sebelumnya hanya Rp 10.000 per liter.

Lebih lanjut Oppung Niko mengatakan bahwa harga kemiri yang belum dikupas harganya jauh lebih murah dibandingan kemiri yang sudah dikupas. Perbedaan harga mencapai Rp 30.000 per liter, sehingga warga lebih memilih menjual kemiri kupas.

"Kulit atau cangkang kemiri yang begitu keras juga laku dijual. Atau kita pergunakan sebagai penggantu kayu bakar untuk memasak" ujarnya.Hanya saja untuk mendapatkan harga yang tingggi, petani kemiri harus bekerja keras membersihkan kemiri dengan cara mencuci lalu menjemur kemiri dan memecahkan cangkang.

"Dari hasil bertani menjual kemiri cukup membantu kebutuhan rumah tangga. Disamping itu juga perawatan pohon kemiri tidak terlalu sulit," ujar Oppung Niko seraya menjelaskan tidak diperlukan perawatan seperti memupuk atau menyemprotkan insektisida untuk perawatan pohon kemiri.

Disamping mengumpulkan kemiri dari pohon miliknya, Oppung Niko juga membeli dan mengumpulkan kemiri yang belum dikupas dari warga setempat. Oppung Nikop memilih mengupas sendiri karena harganya lumayan memuaskan. Sebab mengupas kemiri tidak mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Pewarta: Tetty Naibaho
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026