"Ada 32 hektare tanaman padi yang diserang hama. Kami akan berupaya menanggulanginya agar tidak meluas," kata Kordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, Kamis.
Disebutkannya, hama tanaman walang sangit saat ini menyerang sekitar 12,4 hektare tanaman padi di Kecamatan Salapian dan Kecamatan Gebang.
Selain itu hama kepinding tanah seluas 5,2 hektare di Kecamatan Brandan Barat, Sei Lepan, dan serangan hama blas seluas 3,8 hektare di Kecamatan Kuala dan Hinai.
Miswandi mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan upaya memberantas serangan hama siput murbei seluas 4,1 hektare di Kecamatan Salapian dan hama penggerek batang seluas tiga hektare, tikus seluas 2,5 hektare, hama daun jingga selus satu hektare.
"Terhadap serangan hama tanaman padi ini sudah dilakukan upaya pengendaliannya di lapangan oleh petani dan petugas pertanian," ujarnya.
Serangan hama tersebut masih dalam kategori ringan, sehingga upaya pengendaliannya dapat cepat dilakukan dan tanaman padi bisa diselamatkan dari kematian.
Miswandi menambahkan, cakupan luas lahan sawah yang terserang berbagai jenis hama di daerah itu masih sebagian kecil jika dibandingkan total luas lahan pertanaman padi di Langkat yang saat ini sudah mencapai 52.160 hektare.
Secara terpisah Kepala Seksi Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Langkat Hermanto, mengatakan, selain menyerang tanaman padi, beberapa jenis hama tersebut juga menyerang tanaman holtikultura, namun intensitasnya masih tergolong relatif kecil.
Untuk tanaman jagung, misalnya, jenis serangan hama yang dominan menyerang adalah penggerek batang.
Sedangkan tanaman kacang tanah, jenis hama yang menyerang, di antaranya hama penggulung daun, hama bercak daun coklat dan hama bercak daun.
Tiga jenis hama tersebut menyerang tanaman kacang tanah dan ubi kayu hingga seluas 1,5 hektare di Kecamatan Batang Serangan. (KR-IFZ)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.