Medan, 14/9 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berharap semua masyarakat mendukung program Toba Go Green di kawasan Danau Toba karena penghijauan itu juga untuk kepentingan bersama.

"Selain harus bersama menjaga hutan khususnya dari ilegal loging, masyarakat perlu mendukung Toba Go Green yang dewasa ini sedang dilakukan terus," kata Wakil Gubernur Sumut, H. Tengku Erry Nuradi, pada acara penanaman 20 ribu pohon dalam program Toba Go Green di Desa Parsaoran Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Sabtu.

Dia menegaskan, perbuatan penebangan hutan, bukan saja tidak dibenarkan pemerintah, tetapi juga dinilai merupakan perbuatan haram dan tindakan kejahatan kemanusian.

Hal itu mengacu pada kegunaan pohon yang sangat besar bagi manusia dimana satu pohon dapat menyediakan oksigen untuk dua orang.

Wagub mengakui, hawa Parapat atau sekitar Danau Toba dewasa ini tidak lagi sedingin dulu saat dia masih kecil dan sering ke daerah itu akibat banyaknya pohon yang ditebang dan itu merupakan dosa orang-orang terdahulu dan sekarang.

"Kalau sekarang kita semua peduli untuk kembali menghijaukan kawasan Danau Toba, maka dosa itu tentunya tidak lagi diwariskan kepada anak cucu," katanya.

Apalagi, kata dia, isu lingkungan hidup menjadi begitu penting bagi dunia.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Burhanuddin Siagian, mengatakan kegiatan Toba Go Green meneruskan program yang sudah dirintis tahun 2010 oleh Pangdam I/BB sebelumnya.

Pangdam Burhan melaporkan sejak 2010 sudah dua juta pohon yang ditanam di kawasan Danau Toba.

Dan pada tahun 2013 ini, sebanyak 20 ribu pohon mulai dari pohon durian, mangga, alpukat, kemiri, dan pohon keras lainnya kembali ditanam.

Selain menanam pohon, Toba Go Green kali ini juga ditambah kegiatan penebaran 30.000 ekor benih ikan mujahir ke perairan Danau Toba, serta pelayanan kesehatan berupa cek kesehatan, gula darah, pemberian kacamata gratis, pemberian obat obatan dan pelayanan KB.

Kegiatan Toba Go Green yang dilakukan bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara,HKBP Nommensen dan unsur muspida lainnya melibatkan 3.500 personil TNI. (E016)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026