Langkat, Sumut, 2/8 (Antara) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menegaskan bahwa stok sembilan bahan pokok, menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah di sejumlah pasar tradisional, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Bahan pokok cukup tersedia di sejumlah pasar, seperti Stabat, Tanjungpura, Pangkalan Brandan, Kuala, dengan harga normal, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Langkat Basrah Pardomuan Siregar di Stabat, Jumat.

Dikatakan bahwa itu hasil dari monitoring dan kunjungan ke beberapa pasar yang ada, sekaligus melihat stok sembako dan memantau lagsung apakah ada kenaikan harga pada berbagai produk, katanya.

Basrah mengungkapkan bahwa untuk harga beras IR 64 tercatat Rp9.300 per kg, beras ramos Rp9.500 per kg, beras aries Rp8.500 per kg, katanya.

Harga gula pasir masih Rp 12.000 per kg, demikian juga untuk minyak curah Rp 12.000 per liter, katanya.

"Ketersediiaan kebutuhan pokok masyarakat di berbagai pasar tersebut aman dan terkendali," katanya.

Basrah juga menjelaskan bahwa instansinya juga membentuk tiga tim untuk melakukan penelitian barang dagangan yang diperjual belikan di swalayan, yang ada di Kota Stabat.

Tim yang dibentuk itu meneliti makanan ataupun jajanan kering, minuman kaleng, sirup, jajanan basah apakah masih layak untuk disonsumsi atau tidak, jelasnya.

Untuk kunjungan ke pasar tradisional Stabat, tim dipimpin langsung Kadis Perindag, tim dua dipimpin DWi Sunumirfendi dan tim tiga dipimpin Zanul Fadli.

Secara terpisah Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Mitrologi Disperindag Dwi Sunumirfendi menjelaskan bahwa hasil kunjungan tim diambil beberapa sample makanan untuk dilakukan penelitian seperti lengkong, tahu, cendol, bakso, mie, untuk diteliti di laboratotium.

"Pengambilan sample ini karena diragukan jangka waktu pembuatannya," namun demikian laboratotiumlah yang berhak menentukan apakah sudah kadaluarsa atau belum makanan yang diambil itu, katanya.

Namun, upaya yang terus dilakukan menghimbau pedagang agar tidak menjual makanan yang sudah kadaluarsa, sehingga masyarakat aman mengkonsumsi panganan tersebut.***3***

(T.KR-IFZ/B/Farochah/Farochah) 02-08-2013 10:56:35

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026