Medan, 27/7 (Antara) - PT Indonesia Asahan Aluminium di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara yang memproduksi aluminium batangan dan tenaga listrik, telah membantu 90 mega watt daya kepada PT PLN untuk mengatasi krisis listrik di daerah itu.

"Kami sudah memberikan 90 mega watt tapi belum semuanya diambil atau dimanfaatkan oleh PLN Wilayah I Sumatera Utara," ungkap Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia SDM) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Ir Nasril Kamaruddin usai berbuka puasa bersama pimpinan media di Medan, Sabtu malam.

Nasril menegaskan, bantuan daya sebesar 90 mega watt (MW) yang diproduksi Inalum dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir ke pihak PLN bukan lagi didasari bisnis, tapi lebih mengutamakan kepentingan sosial dan untuk membantu masyarakat di Sumatera Utara .

"Yang kami berikan daya sebesar 90 MW sudah merupakan beban optimal, karena ternyata pihak PLN belum memanfaatkannya semua," ucap Nasril Kamaruddin yang didampingi jajaran direksi PT. Inalum.

Menjelang peralihan PT Inalum dari pihak Jepang sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia pada 1 Nopember 2013, Nasril menyebutkan sejak tahun 1983 hingga 2012, PT. Inalum telah membayar ¿Annual Fee¿ ke pemerintah sebesar 152 juta dolar Amerika.

Sementara Wakil Gubernur Sumatera Utara T. Erry Nuradi mengemukakan masih terjadinya giliran pemadaman aliran listrik di provinsi ini seperti dikeluhkan masyarakat, akibat PLN kekurangan daya sebesar 150 MW disebabkan berkurangnya pasokan gas ke salah satu mesin pembangkit di Belawan.

Satu mesin pembangkit milik PLN yang ada di Belawan kini tidak berfungsi akibat tidak ada pasokan gas, sehingga Wakil Gubernur Sumatera Utara saat buka puasa bersama dengan PWI Cabang Sumut berharap agat PT Inalum yang menurut laporan diterimanya memproduksi 600 MW tenaga listrik dapat membantu memenuhi kebutuhan PLN.(S015)

Pewarta: Suparmono
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026