"Rinciannya 78 orang ditangkap Polri dan 21 orang yang menyerahkan diri ke Lapas Tanjung Gusta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie di Jakarta, Senin.
Sementara dari sembilan napi kasus terorisme yang melarikan diri, baru lima orang yang tertangkap. Kelimanya saat ini telah diamankan di Rutan Satbrimobda Polda Sumatera Utara.
Dia menambahkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah diturunkan untuk membantu Polda Sumatera Utara untuk mengejar keempat napi teroris yang masih 'bebas'.
Pihaknya mengimbau kepada para napi yang masih melarikan diri untuk mau menyerahkan diri ke kantor polisi dan lapas terdekat.
Selain itu kepolisian juga terus berupaya melakukan razia kendaraan di perbatasan kabupaten kota dan antarprovinsi Sumatera Utara, Riau, Aceh dan Sumatera Barat untuk menangkap para napi yang sudah berada di luar kota Medan.
"Kami nanti akan umumkan disertai foto-foto para napi untuk memudahkan pengenalan identitas mereka," katanya.
Pihaknya menambahkan kepolisian tengah mendata alamat para napi agar bisa bekerja sama dengan keluarga napi untuk memudahkan usaha persuasif kepolisian agar para napi mau menyerahkan diri.
Peristiwa tahanan kabur dan kebakaran Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan pada Kamis malam (11/7) dipicu karena keributan di Lapas Tanjung Gusta.
Keributan terjadi karena air dan listrik mati pada Kamis (11/7) pukul 05.00 WIB dan pukul 17.30 WIB.(A064)
Pewarta: Anita Permata Dewi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.