"Apabila masyarakat berperilaku boros dengan menurut keinginan hawa nafsu, akibatnya dapat memicu kenaikkan harga kebutuhan pokok di pasaran," katanya, saat melakukan safari Ramadhan di Desa Dewi Sri, Kecamatan Sei Suka, Sabtu (13/7).
Cara efektif menjauhkan diri dari perilaku konsumtif, menurut dia, adalah mengontrol diri agar menghindari sikap yang berlebih-lebihan, termasuk selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Arya mengatakan bahwa tingginya tingkat konsumsi masyarakat selama Ramadan, salah satu indikatornya terjadinya kenaikan inflasi daerah.
"Semestinya pada Ramadan inflasi turun, karena masyarakat tidak mengkonsumsi makanan pada siang hari, tetapi kenyataan malah berbalik permintaan untuk kebutuhan pokok meningkat," ujarnya.
Kondisi itu, lanjut dia, disebabkan banyak masyarakat pada Ramadan menjadikan tempat mengumbar nafsu sehingga tidak tercapai fitri yang diharapkan pada bulan buasa.
Oleh karena itu, ia mengingatkan warga agar mampu melawan dan mengendalikan hawa nafsu selama Ramadan, terutama menjauhkan sikap konsumtif sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai yang diharapkan.
Ia menambahkan, Pemkab Batu Bara akan terus berupaya mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menstabilkan harga di pasaran melalui pasar murah dan operasi pasar sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran 2013.(AS)
Pewarta: Ahmad Suhami:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.