Ke 11 kecamatan itu, Raya, Purba, Haranggaol Horizon, Dolok Silau, Pamatang Silimakuta, Silimakuta, Dolok Pardamean, Pamatang Sidamanik, Sidamanik, Pane, Girsang Sipangan Bolon.
"Luas lahan 11.740 hektare dengan capaian produksi 9.260 ton per tahun dan akan terus kita kembangkan," sebut Kepala Dinas Perkebuanan Amran Sinaga, Rabu.
Amran yakin, rasa dan aroma kopi produk Simalungun punya nilai lebih dibanding produk serupa dari kabupaten lain. Pasalnya perladangan kopi Simalungun berada di antara 900-1400 meter dari permukaan laut. Sangat cocok untuk kopi Arabika dan Robusta.
Amran juga mengemukakan 15 pengusaha kopi dari negara Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Thailand, Hongkong, Philipina, Vietnam, telah datang ke Simalungun pada April lalu.
Ketika melihat tanaman di Pamatang Sidamanik, para pengusaha itu terkejut dengan aroma dan cita rasa kopi Simalungun karena sama seperti yang dijual mereka.
"Mereka tidak tahu kalau asalnya dari Simalungun karena tidak ada label," kata Amran yang memaklumi ketidaktahuan itu karena kopi asal Simalungun belum dikemas secara apik.
Untuk itu kata Amran, Pemkab melalui Dinas Perkebunan berkoordinasi dengan instansi terkait akan mematenkan nama, membuat label/kemasan dan mendidik petani kopi cara menanam dan menjemur sesuai standar operasi agar hasil panen lebih baik lagi.(KR-WRS)
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026