Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Medan Kompol Budi Hendrawan di Medan, Kamis mengatakan, kecelakaan itu terjadi ketika mobil dengan nomor polisi BK 233 TR yang dikemudikan pimpinan organisasi Ikatan Pemuda Karya (IPK) tersebut menabrak sebuah pohon yang berada persis di depan RS Putri Hijau.
Akibat kecelakaan tersebut, tokoh organisasi kemasyarakat dan pemuda (OKP) di Sumut yang sering dipanggil Econ itu mengalami luka di bagian kepala dan kaki patah.
Ketika mengalami kecelakaan pada Kamis dinihari tersebut, Nerson Diapari Simanjuntak hanya sendirian.
Setelah mengalami kecelakaan, pimpinan IPK Sumut tersebut dibawa ke salah satu RS swasta di Jalan Listrik Medan, tetapi meninggal dunia di tempat itu.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut Yasir Ridho Lubis yang dihubungi Kamis malam mengaku sangat terkejut atas meninggalnya salah satu pimpinan organisasi kepemudaan di Sumut itu.
"Kaget dan sangat terkejut. Satahu saya, beliau sehat-sehat saja," katanya.
Yasir Ridho mengaku telah mengenal lama sosok Nerson Diapari Simanjuntak karena sempat sama-sama dibesarkan dalam satu daerah yakni Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.
Selain telah saling mengenal sejak lama, ia mengaku memiliki hubungan emosional dengan Ketua IPK Sumut tersebut, apalagi sama-sama aktif di bidang kepemudaan.
"Secara pribadi, saya mengenal betul sosok beliau. Kami memiliki hubungan emosional, apalagi orang tua kami dikuburkan di tempat yang sama di pekuburan Sambu Baru itu," katanya.
Sebagai pimpinan wadah bersatu organisasi kepemudaan, yasir menilai sosok Ketua IPK Sumut Nerson Diapari Simanjuntak sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam pembinaan kepemudaan di daerah itu.
"Beliau sosok yang demokratis dan sangat menghargai perbedaan," katanya.
(T.I023/B/Suparmono/Suparmono) 27-06-2013 20:18:47
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.