"Selama 30 tahun PT Inalum hanya memproduksi aluminium batangan (ingot) yang sebagian besar untuk memenuhi pasar ekspor," ungkap Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. H. Nasril Kamaruddin MBA di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara sekitar 120 km selatan kota Medan, Rabu.
Rencana dan pemikiran ke depan untuk membangun industri hilir sudah ada,--apalagi menurut Nasril jika diproduksi peralatan dari bahan dasar aluminium yang tahan tidak lapuk dan tidak berkarat seperti peralatan untuk konstruksi bangunan pengganti kayu kini kian dibutuhkan masyarakat.
Bahan dari aluminium sudah pasti lebih kuat, lebih efisien dan ramah lingkungan, ujar Nasril didampingi Direktur Bisnis Drs. S.S Sijabat dan Direktur Produksi Harmon Yunaz ketika ditanya kemungkinan perusahaan yang memiliki investasi sebesar 411 miliar Yen tersebut mengembangkan diversifikasi usaha ke industri hilir.
Kontrak kerja sama PT Inalum satu-satunya perusahaan peleburan aluminium di Indonesia itu dengan pihak Jepang akan berakhir 30 Oktober 2013, sejak perusahaan yang kini memiliki 1.916 karyawan berdiri 6 Januari 1976.
Inalum yang memproduksi 250.000 ton aluminium batangan per tahun, juga memproduksi listrik 426 Mega Watt (MW) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sigura-gura Asahan II di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir dengan memanfaatkan air dari aliran Danau Toba.
Nasril sebelumnya menegaskan, kesiapan pihaknya menjelang peralihan dari Jepang, karena manajemen secara terencana dan terarah terus melakukan pengembangan sumber daya manusia dan alih teknologi melalui rekrutmen, pelatihan, seminar di dalam dan luar negeri serta peningkatan kesejahteraan guna menjamin ketersediaan dan kesiapan "manpower" yang handal dan disiplin dalam menjalankan perusahaan ke depan.
PT Inalum secara bisnis saat ini sangat sehat dan mempunyai prospek yang baik dan menguntungkan, karena telah mampu melunasi hutang investasi sejak tahun 2011 dan meraih laba bersih 878 juta dolar US sejak tahun 2004-2012 atau memperoleh laba rata-rata 97,5 juta dolar US per tahun.***3***
(T.S015/B/Yuniardi/C/Yuniardi)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.