Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menggelar aksi donor darah menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-82 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026.
"Aksi donor darah di dua wilayah operasional perusahaan, yakni Tanjung Gading di Kabupaten Batu Bara, dan Paritohan di Kabupaten Toba," ucap Direktur Operasi Inalum Ivan Ermisyam di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Rabu (12/8).
Pihaknya mengatakan, bahwa momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Donor darah, lanjut dia, mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana, tetapi bagi mereka yang membutuhkan satu kantong darah bisa sangat berarti.
"Karena itu kami ingin semangat berbagi, seperti ini terus tumbuh. Bukan hanya di lingkungan Inalum, tetapi juga bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujarnya.
Dari pelaksanaan di kedua lokasi tersebut, kata Ivan, terkumpul 626 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat lewat Palang Merah Indonesia (PMI) dan fasilitas kesehatan di Sumatera Utara.
Di antaranya 529 kantong darah terkumpul di lingkungan Inalum Smelter Plant (ISP) Tanjung Gading bekerja sama dengan PMI Kabupaten Batu Bara pada 12 Agustus 2026.
Sehari sebelumnya 97 kantong darah terkumpul di lingkungan Inalum Power Plant (IPP) Paritohan bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Porsea, Kabupaten Toba.
Menurut Ivan, tingginya partisipasi kegiatan donor darah ini juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antara karyawan, mitra kerja, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Yang membuat kegiatan ini bermakna bukan hanya jumlah kantong darah terkumpul, tetapi kemauan berbagi dengan orang lain yang mungkin tidak dikenal. Semangat gotong royong seperti inilah kami harapkan terus terjaga, terlebih momentum Hari Kemerdekaan," tutur Ivan.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.