Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Rudianto optimistis kolaborasi membangun daerah berjalan baik di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Hal tersebut disampaikan Rudianto saat menjadi narasumber dialog interaktif menjelang Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di TVRI Sumut, Selasa (14/4).
Ia menilai, kepiawaian Bobby Nasution dalam memimpin daerah yang majemuk menjadi modal penting mendorong pembangunan yang inklusif.
“Sumut itu majemuk, bukan hanya suku, budaya, dan agama, tetapi juga golongan, dan kelompok. Dengan kepiawaian Bobby Nasution, saya kira ini bisa kolaborasi dan berjalan dengan baik,” ujar Rudianto.
Menurutnya, pendekatan kolaborasi telah ditunjukkan oleh Bobby Nasution sejak awal menjabat sebagai gubernur.
Berbagai bentuk perhatian diberikan merata ke seluruh 33 kabupaten/kota di Sumut, terutama daerah yang menghadapi kesulitan, termasuk wilayah terdampak bencana.
“Ini sudah dia tunjukkan dari awal memimpin. Dia tidak melepaskan satu kabupaten/kota pun, semua dikunjunginya, terutama terdampak bencana. Ini momentum yang menunjukkan di tengah masalah apa pun, kita harus tetap kompak dan solid,” kata Rudianto.
Asisten Pembangunan dan Perekonomian Pemprov Sumut Setdaprov Sumut Ardan Noor menyampaikan peringatan HUT ke-78 ini, Pemprov Sumut mengusung tema ‘Satu Kolaborasi, Sejuta Energi’.
Tema tersebut mencerminkan keyakinan, bahwa potensi kecil sekalipun dapat memberikan dampak besar jika dikelola secara bersama.
“Sejuta energi maksudnya potensi walau kecil, dengan adanya kolaborasi secara simultan dan terus-menerus, akan bisa menjadi besar,” ujar Ardan Noor.
Di usia ke-78 tahun, seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah demi mendorong percepatan pembangunan di Sumut.
“Sumut ini besar, luas, dan sangat heterogen. Untuk membangunnya, kita harus bersama-sama. Karena itulah kolaborasi menjadi sangat penting,” katanya.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026