Medan (ANTARA) - Kolaborasi menjadi energi utama pembangunan inklusif dijalankan pemerintah bersama berbagai sektor dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Sinergi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan program prioritas benar-benar dirasakan manfaatnya.
Hal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumut Ardan Noor saat menjadi narasumber dialog interaktif peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumut di RRI Medan, Selasa (14/4).
Ardan mengulas tema HUT ke-78 Sumut, “Satu Kolaborasi Sejuta Energi” mencerminkan pentingnya persatuan dan kerja sama sebagai kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Satu kolaborasi mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, stakeholder, akademisi dan masyarakat dalam mendukung mewujudkan pembangunan di Provinsi Sumut,” kata Ardan.
Ia menegaskan, kolaborasi menjadi fokus utama karena merupakan energi besar yang jika terakumulasi dapat mempercepat pencapaian pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik sosialisasi maupun komunikasi efektif.
"Dengan begitu, seluruh kepentingan dapat terakomodasi, konflik diminimalkan, tumpang tindih kebijakan dicegah, serta pembangunan dapat berjalan inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tutur Ardan.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Hatta Ridho menilai, konsep kolaborasi sejalan dengan nilai gotong royong dalam budaya masyarakat Indonesia.
“Kalau masyarakat dulu sebagai objek, sekarang sebagai subjek. Artinya, masyarakat dalam konstruksi kolaborasi harus berperan aktif bukan hanya pasif,” ujarnya.
Hatta Ridho menambahkan, pelaksanaan pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.
Hal ini melahirkan konsep collaborative governance, di mana masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah memiliki porsi yang sama dalam berpartisipasi.
“Jadi kolaborasi itu masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Kalau sudah bersatu maka akan menghasilkan satu energi yang tidak terbatas," papar Hatta Ridho.
Harapannya seluruh komponen masyarakat Sumut yang berjumlah 15 juta jiwa ini bersama pemerintah dan dunia usaha bahu-membahu membangun Sumut di segala bidang, katanya.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026