Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan sebanyak 14.325 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada sejumlah mitra guna menstabilkan harga beras di pasaran.
"Penyaluran 14.325 ton beras SPHP tersebut dilakukan pada periode Januari hingga 21 Februari 2026," ujar Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Senin.
Budi mengatakan penyaluran dilakukan melalui sejumlah mitra, antara lain Program Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan.
Ia mengatakan, khusus untuk Program GPM, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten dan kota.
"Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian harga pangan, khususnya beras, di sejumlah daerah pada Ramadhan tahun ini," katanya.
Menurut Budi, pada awal Ramadhan 1447 Hijriah, penyaluran beras SPHP meningkat menjadi 10 ton per hari.
"Dengan tambahan tersebut, total penyaluran kepada sejumlah mitra pada awal Ramadhan mencapai 360 ton per hari," ujarnya.
Budi mengatakan ketentuan harga tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram. Tapi, harga jual di lapangan dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing instansi dalam kerja sama tersebut.
Budi menambahkan total target penyaluran beras SPHP di Sumatera Utara mencapai 89.861 ton hingga Desember 2026.
Untuk itu, pihaknya terus menggencarkan distribusi beras SPHP melalui seluruh mitra guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
"Kami berharap kerja sama tersebut dapat mempercepat distribusi ke pasar-pasar hingga daerah pelosok Sumut dan menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memperoleh beras dengan harga terjangkau," katanya.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026