Membuka UAH Super Series III, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan kejuaraan kali ini mengangkat tema Muda, Sportif, Handal dan Inovatif atau disingkat MUSHANNIF. Kejuaraan yang awalnya akan dilakukan di Lampung ini dipersembahkan untuk Almarhum Haji Anif.

“Sebetulnya UAH Super Series III itu harusnya di Lampung dilaksanakan, tapi aura Haji Anif itu melintasi batas, dari haul saya memahami bahwa ada semangat kebaikan dan sosok seorang Musannif. Spirit dari Musannif itu yang secara selintas langsung kami tuangkan dalam seperti di spanduk muda, sportif, handal dan inovatif disingkat jadi Mushannif.  Jadi ini bg Ijeck, ini persembahan untuk Haji Anif, dari apa yang bisa kami berikan semoga kebaikan-kebaikan itu menginspirasi bagi banyak orang,” ujar UAH saat membuka Kompetisi Tenis Meja Beregu Putra Nasional, UAH Super Series III di GOR Cemara Asri, Deli Serdang, Sabtu (16/12).

Menurut UAH, dalam berbuat Almarhum Haji Anif bukan sekedar berpikir untuk dirinya atau sekedar memberikan aura positif tapi tapi bagaimana almarhum juga bisa memberikan manfaat-manfaat yang nyata dimana ia berpijak.

 “Jadi saya menginginkan spirit itu meluas bukan hanya menjadi yayasan yang suport masjid dengan target membangun 99 masjid, menyediakan kendaraan-kendaraan pembersih masjid, tapi juga menginspirasi kita semua,” ujar UAH.

UAH Super Series III, lanjut UAH bukan sekedar mengakomodasi cabor tenis meja, tapi juga ditujukan untuk mendorong semangat nasionalisme anak-anak muda.

 “Kami ingin tunjukan ada atlit-atlit muda dari Indonesia yang akan menyampaikan pesan untuk dunia bahwa kita punya jiwa nasionalisme yang kuat, kita punya kesadaran yang kokoh membangun negeri dan kita juga berikhrar kalau kita adalah sosok-sosok yang akan mengisi nilai-nilai kebangsaan ini ke depan. Jaringan kami bukan hanya di Indonesia tapi juga belahan dunia dan pertandingan ini akan dilihat,” ujar UAH.

Melalui event ini juga, UAH ingin menujukkan kesan bahwa agama itu bukan hanya ditemukan di masjid. “Tapi value dari agama sejatinya adalah menyebar di semua aktovitas kita semua. Kami bukan ingin membatasi tapi atlet yang mengikuti event ini spesial pakai leging, kami ingin tunjukkan selalu ada harmoni, nilai spiritual dan nasionalisme yang disatukan lewat olahraga,” katanya.

“Ketiga poin yang ingin kami sampaikan event ini akan terus berlanjut, kita tambah kualitasnya dan ini gak semua orang berhak untuk mendaftar dia mesti punya capaian tertinggi dulu apakah dia pernah ikut Sea Games, atlet nasional atau PON baru kemudian bisa menyertakan dua di bawahnya,” katanya.

UAH menyampaikan series III ini pertandingan dibuat mix agar menambah pengalaman para atlet dan untuk series keempat pertandingan akn dilakukan sesui dengan negara asal. “Jadi Indonesia sama Indonesia, Cina sama Cina dan lainnya. Saya ingin anda bertarung dengan garuda di dadaku,” ujar UAH.

Sementara itu, mewakili panitia lokal UAH Super Series III, Musa Rajekshah menyampaikan terima kasih karena UAH telah mendatangkan event ini ke Sumut. “Kami ucapkan tetima kasih karena Ustadz Adi Hidayat mau mendatangkan kejuaraan ini di luar pulau Jawa, yakni di Sumut.

Mudah-mudahan event ini membangkitkan semangat atlet-atlet muda khususnya tenis meja di Sumut terlebih Sumut akan menjadi tuan rumah PON 2024,” kata Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.

Ijeck yang juga Ketua Yayasan Haji Anif ini juga berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. “Kegitan-kegiatan seperti ini harus terus berlanjut di Sumut, sebagai wadah mencari bibit-bibit muda atlet. Event ini juga bukan sekedar untuk bertanding tapi jadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman. Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan kami mohon maaf  sebagai panitia setempat banyak kekurangan,” kata Ijeck.

Sementara itu Ketua Panitia UAH Super Series III Ahmad Luthfi mengatakan yang mengikuti event ini ada 48 atlet dari Indonesia dan luar negeri. “Dari Indonesia itu ada dari Medan, Jakarta, Lampung, Kalimantan Timur, Samarinda dan kota lainnya. Sedangkan dari luar negeri ada  dari Cina, Malaysia, Singapura,” ujarnya.

Usai pembukaan, UAH dan Ijeck melakukan adu kemampuan. Ijeck berdamping dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan UAH berdampingan dengan Sekda Sumut Arief Sudarto Trinugroho. Mereka bertanding setengah set, tim UAH berhasil menumbangkan tim Ijeck dengan skor cukup telak.

Turut hadir Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora Yohan, Ketum PP PTMSI Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

 

Pewarta: Rilis

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023