Masyarakat Sumatera Utara khususnya wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) patut berbangga sekaligus memberi apresiasi. Ada apa?

Ternyata, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan rupanya sudah melahirkan empat Profesor dan empat Professor lainnya menyusul.

Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi mendidik dan menarik yang melibatkan orang-orang hebat yang memiliki latar belakang serta disiplin ilmu berbeda. Jelasnya mendidik jauh dari intrik dan politik.

Mereka di antaranya Drs Parulian Nasution MM (mantan Sekda Tapanuli Selatan), M.Iqbal Harahap (mantan Ketua Hipmi Padangsidimpuan), Khairul Iman Hasibuan M.Ikom (mantan Ketua PWI Tabagsel), Ahmad Efendi Nasution S.Sos (mantan Ketua KPU Padangsidimpuan). Latif Kahfi Nasution M.Kom I, Muhammad Iqbal (mantan Ketua DPC HIPMI Padangsidimpuan), Ranto Bangun Harahap (Ketua BKPRMI Tapsel), Muhammad Asroi Hasibuan, MAg (Ka KUA Padangsidimpuan).

Diskusi itu terbuka. Kendaraan juga hingar bingar. Lokasinya Cafe Bosque Jalan Kenanga Padangsidimpuan dan tidak jauh dari area eks Kantor Bupati Tapanuli Selatan.

Sambil menyeruput Kopi Sipirok dan Tes Telor Pinang, Lemon Tea, tema yang dibahas sosok-sosok yang dikenal vokal dan mengedukasi pada Kamis (16/11) malam itu fokus menjurus UIN Syahada dalam prospek masa depan.

Memulai diskusi, Parulian berharap hasil diskusi untuk bisa di publhis melalui LKBN Antara. Ia pun menyebut ke empat Professor yang lahir di UIN Syahada itu yakni  Prof.Dr.Ibrahim Siregar ,MCL, Prof.Dr.Syafnan Lubis,M.Ag,Prof.Dr.Sumper Mulia Harahap,M.Ag, dan  Prof.Dr.Patahuddin Azis siregar,M.Ag.

"Kemudian secara kompetitif dan kualitatif akan lahir lagi Professor baru yang kini dalam proses pengusulan, di antaranya Dr.Darwis Dasopang,M,Ag; Dr.Darwis Harahap,M.Ag; Dr.Aspiati Hasibuan ,M.Ag; dan Dr.Erawadi ,M.Ag," beber Parulian.

Di katakan, peran strategis UIN Syahada Padangsidimpuan dalam mendukung kemajuan daerah Tabagsel bagaikan mata air yang mengalir dalam menciptakan generasi yang handal utamanya dalam Pengembangangan Program Sumber Daya Manusia.

"Karena itu UIN Syahada terus berbenah diri dengan berbagai Program Pengembangan Ilmu
Pengetahuan,Penelitian dan Pengabdian Masyarakat," kata Khairul Iman menimpali.

Pun baru peningkatan, sambung Parulian yang diamini Ahmad Efendi, status dari IAIN ke UIN, ternyata gerakan gerakan terobosan bermunculan agar bisa sejajar dengan UIN lainnya bahkan bisa lebih baik lagi Akreditasinya pada semua Fakultas dan Program Studi lainnya.

Menurut penilaian ketiganya (Parulian, Effendi, dan Iman) kompetensi tenaga kependidikan UIN Syahada Padngsidimpuan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan di dukung sarana prasarana pendidikan yang memadai.

Mimpi mimpi indah masyarakat Tabagsel agar UIN bisa mencetak Generasi Millenial yang memiliki kompetensi, akademis, kompetensi emosional, kompetensi sosial, kompetensi spritual dan kompetensi vokasional di dorong kemauan, kecerdasan dan kemampuan yang tinggi untuk bisa,

Merencanakan masa depan yang mampu bersaing memasuki pangsa pasar kerja di berbagai lini kehidupan baik di Institusi Pemerintahan, Wira usaha, Praktisi Politik sampai pada lembaga lembaga pembinaan kehidupan keagamaan ke depan semakin diperhitungkan dengan bermodalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Karena itu kita berharap UIN Syahada bisa membangun kerjasama yang terintegrasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah baik pada pengembangan ilmu pengetahuan yang bisa melahirkan sillabus kurikulum sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah,

maupun kerjasama bidang penelitian, sehingga setiap Program Pembangunan Daerah bisa di teliti baik Input, proses, output, out come dan benefit, sehingga bisa di ukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil hasil pembangunan.

"Lebih jauh dari itu pentingnya kerjasama yang terintegrasi bidang pengabdian masyarakat, seperti KKN/KKL terintegrasi.
Dengan demikian semakin besarlah Peran UIN Syahada dalam partisipasi pembangunan daerah," kata Parulian.

Pada gilirannya Tabagsel akan memiliki peradaban dan budaya yang maju dan moderen di dorong kemajuan pendidikan.  Tentu yang tidak kalah pentingnya daya dukung Smstake holder yang bisa ikut menjadi decation making, volunter bahkan fun raiser bagi kemajuan pendidikan.

Otomatis dengan hal itu juga masyarakat Tabagsel merasa ikut memiliki fungsi dan peran UIN Syahada dalam kemajuan Tabagsel yang bisa sejajar dengan kemajuan daerah lainnya di Indonesia.

"Izinkan kami atas nama warga Boscu menyampaikan selamat dan sukses atas raihan  gelar Professor Dr.Patahuddin Azis Siregar,M.Ag yang baru saja semoga UIN Syahada semakin jaya ke depan," kata Parulian.

Dari Informasi ada 29 Program Studi (Prodi) di Universitas Islam Negeri Syekh AIi Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan; yakni Pendidikan Agama Islam - S1, Ekonomi Syariah - S1, Perbankan Syariah - S1.

Lalu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah - S1, Tadris Bahasa Inggris - S1, Pendidikan Matematika - S1, Bimbingan dan Konseling Islam - S1, Pendidikan Bahasa Arab - S1, Hukum Tata Negara (Siyasah) - S1.

Ada lagi Hukum Ekonomi Syariah - S1, Pendidikan Islam Anak Usia Dini - S1, Komunikasi dan Penyiaran Islam - S1, Manajemen Dakwah - S1, Ahwal Al Syakhshiyah - S1, Pendidikan Agama Islam - S2.

Ada lagi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir - S1   Hukum Pidana Islam - S1, Ekonomi Syariah - S2, Akuntansi Syari`ah - S1, Tadris Bahasa Indonesia - S1; Tadris Biologi - S1, Manajemen Bisnis Syariah - S1, Pengembangan Masyarakat Islam - S1

Hukum Keluarga Islam (Ahwal syakhshiyyah) - S2, Tadris Kimia - S1 Tadris Matematika - S2, Manajemen Keuangan Syariah - S1, Tadris Fisika - S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam - S2.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023