Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menyatakan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP), salah satu indikator daya beli petani, di Sumut turun 2,30 persen menjadi 123,51 pada Mei 2023 dibandingkan April 2023 (126,42).

"Hal itu dipengaruhi penurunan Indeks Harga Terima Petani (It) dan Indeks Harga Bayar Petani (Ib) pada Mei 2023," ujar Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin dalam pernyataan resmi yang diikuti secara daring di Medan, Senin.

Nurul memaparkan, It pada Mei 2023 tercatat 142,12 atau lebih rendah 2,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal itu imbas dari penurunan nilai beberapa komoditas seperti kelapa sawit, cabai merah dan kol/kubis.

Adapun Ib pada Mei 2023 berada di 115,06, turun 0,12 persen dari April 2023 lantaran koreksi nilai beberapa komoditas yaitu indeks konsumsi rumah tangga, bakalan sapi, dedak dan bibit ayam ras pedaging.

BPS Sumut memaparkan, penurunan 4,37 persen di subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi penyumbang terbesar merendahnya NTP pada Mei 2023.
 

Selain itu, koreksi juga terjadi di subsektor hortikultura (0,07 persen) dan nilai tukar nelayan (0,01 persen).

Sebagai catatan, situasi NTP Sumut pada Mei 2023 menjadi penurunan kedua secara beruntun lantaran NTP Sumut pada April 2023 (126,42) juga lebih rendah (0,77 persen) dibandingkan Maret 2023.

Sama dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumut pada Mei 2023 yakni 120,56 juga lebih rendah bila disandingkan dengan bulan sebelumnya (123,58).

Akan tetapi, tidak seperti It, faktor penyusun NTUP lain yakni Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami kenaikan yaitu 0,03 persen, menjadi 117,88, dibandingkan April 2023.

Komoditas yang membuat BPPBM meningkat adalah bibit jagung, penyemprot (sprayer), pakan ikan pelet dan pupuk urea/TSP).

Merosotnya NTUP disebabkan koreksi di subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (4,56 persen), hortikultura (0,07 persen), perikanan (0,06 persen) dan nelayan (0,16 persen).

Pewarta: Michael Siahaan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023