Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan yang bergizi dan memperbanyak asupan air minum saat cuaca panas.

"Banyak minum air putih, konsumsi buah, sayur, vitamin, makanan bergizi dan selalu menggunakan payung atau sunscreen, bila berada di luar rumah," ujar Kepala Dinkes Sumut Alwi Mujahit Hasibuan di Medan, Kamis

Ia juga mengimbau masyarakat menghindari paparan sinar Matahari secara langsung dengan cara mengurangi keluar rumah saat Matahari bersinar optimal.

"Diimbau kepada warga untuk menghindari keterpaparan sinar Matahari secara langsung dengan cara mengurangi keluar rumah pada saat Matahari sedang bersinar optimal," katanya.

Kepala Seksi Pelayanan Primer Dinkes Sumut dr Yulia Mariani menambahkan Dinkes Sumut mengingatkan masyarakat agar mengurangi asupan cairan dingin saat cuaca panas.
"Suhu badan kita ada di kisaran 36 derajat Celcius. Jadi, ketika dimasukkan air dingin, itu seperti timah panas disiram air. Tidak semua tubuh manusia bisa menerima itu," ujar dia.

Menurut dia, jika warga memang ingin menyantap minuman dingin, sebaiknya cairan itu bersuhu tidak kurang dari suhu kamar, yakni 20-25 derajat Celcius.

Meski demikian, dia tetap menyarankan masyarakat mengonsumsi banyak air minum saat suhu panas.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) suhu panas terik beberapa minggu terakhir di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumut, akan mencapai kategori risiko bahaya sangat tinggi hingga ekstrem.

Dalam penelusuran BMKG, panas tersebut dampak gelombang panas atau "heatwave".

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023