Permukaan air Sungai Batang Toru meluap, dan merendam sedikitnya 20 puluhan rumah penduduk di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Peristiwa itu menimpa Dusun II Muara Pardomuam dan Dusun III Setia Budi atau lebih dikenal Kampung Sibara-bara, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan. 

"Air mulai naik dan merendam rumah-rumah warga mulai subuh tadi, sekarang ketinggian air ada yang sudah mencapai satu meter," Kepala Desa Simataniari Habibullah Harahap menghubungi ANTARA, Kamis (16/12).

Baca juga: Tapsel nihil kasus baru COVID-19, capaian vaksinasi sudah 59 persen lebih

Tidak itu saja, kata dia, bahkan dua sekolah SD Negeri Tindoan Laut dan SMP Negeri 2 berlokasi di daerah itu tidak luput terendam, dan memaksa siswa/siswi tak bersekolah. 

"Alhamdulillah, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban. Hanya air semakin naik. Cuaca juga sedikit cerah panas, kecuali malam tadi ada hujan," jelasnya. 

Dikatakan, air yang merendam Kampung Sibara-bara itu tumpahan dari Sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur, yang sama-sama meluap. 

"Kita juga sudah infokan pagi ini ke pihak BPBD dan Pak Camat," katanya. 

Badan Meteorologi, Klimagologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara dalam peringatan dininya pada Kamis (16/12) diterima, juga sudah mengingatkan bahwa sejumlah daerah di wilayah itu termasuk Tapanuli Selatan cukup berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. 

Potensi cuaca ekstrem itu dapat terjadi seperti di wilayah SD. Hole, Muara Batang Toru, Batang Toru, Angkola Barat, Marancar, Sipirok, dan Angkola Timur yang sejumlah besar berlokasi di hulu Angkola Sangkunur, yang saat ini mengalami banjir. 

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021