Dosen Fisipol UGM dan Koordinator Nasional JAPELIDI, Novi Kurnia, pada webiner Literasi Digital untuk Kabupaten Toba, Kamis (19/8/2021) menyebutkan banyak manfaat dari internet positif.

Dalam pemaparannya, Novi menjelaskan manfaat internet positif ialah segala informasi dapat diakses dengan mudah, pertemanan, dan relasi dapat mudah terjalin, kesempatan mendapat kerja dan wirausaha menjadi mudah sehingga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidup. 

Untuk mendapatkan manfaat yang lebih, masayarakat perlu memutar otak untuk lebih kreatif dalam menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat. Pekerjaan kreatif yang banyak dibutuhkan, meliputi pemasaran digital, influencer, youtuber, vlogger, desainer, dan konten kreator.

Baca juga: Harus pintar dalam memanfaatkan dunia digital

Alasan mengapa perlu kreatif, positif, dan aman di internet adalah karena internet sangat banyak pengaruhnya dan semua orang dapat mudah mengaksesnya. 

Banyak konten positif atau manfaat di internet, tetapi banyak pula konten negatif di internet, seperti pornografi, penipuan, dan kejahatan internet. 

Langkah-langkah yang perlu dilakukan agar aman di internet, antara lain tidak membagikan password, mengurangi akses internet yang tidak bermanfaat, serta tidak membagikan hoax yang menimbulkan kerugian orang lain. 

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Frans padak Demon (Konsultan Media Internasional). Frans mengangkat tema “Dunia Maya dan rekam jejak Digital.

Frans membahas jejak digital merupakan catatan seluruh kegiatan online atau digital. Jejak digital terdiri dari jejak digital aktif dan jejak digital pasif. Aneka jejak digital data sosial seperti aktivitas media sosial. 

Ancaman terhadap jejak digital cybercrime data pribadi yang dicuri dan digunakan untuk melakukan kejahatan menyamar dengan menggunakan data pribadi untuk melakukan kejahatan. 

Jejak digital adalah jejak hidup pengguna media sosial. Jejak digital bukan semata soal teknik tapi lebih soal etika sopan santun membantu dan tidak singgung perasaan orang lain, berpikir sebelum mengunggah, serta jangan umbar data pribadi dengan mudah.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh Trisnayanti Pardede (Sociopreneur).  Trisna menjelaskan etika merupakan menggunakan akal budi untuk mengambil keputusan moral atau menilai tingkah laku seseorang apakah baik atau buruk kepada orang lain. 

Digital penggunaan teknologi berbasis computer dan internet, komunikasi tak lagi ada ruang batas dan waktu. Teknologi dalam keseharian adalah seperti penggunaan marketplace. 

Etika digital perlu agar dampak dan pengaruhnya baik maka, masyarakat harus memiliki kesepakatan bersama tentang etika berinteraksi didunia digital. 

Menerapkan etika digital, dengan cara menjaga sopan santun, menghormati privasi orang lain, mengendalikan emosi, serta memiliki empati terhadap orang lain.

Webinar diakhiri, oleh Megan Lisandra Elmira (Influencer dengan Followers 12,4 Ribu). Megan menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangakat oleh para narasumber, berupa langkah-langkah yang perlu dilakukan agar aman di internet.

Antara lain tidak membagikan password, mengurangi akses internet yang tidak bermanfaat, serta tidak membagikan hoax yang menimbulkan kerugian orang lain. 

Jejak digital bukan semata soal teknik tapi lebih soal etika sopan santun membantu dan tidak singgung perasaan orang lain, berpikir sebelum mengunggah, serta jangan umbar data pribadi dengan mudah.
 

Pewarta: Rilis

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021