Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya promosi alat yang dapat menghemat tagihan rekening listrik karena benda tersebut dinilai tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Penghematan pemakaian rekening listrik tersebut tidak dari alat itu, tetapi dari perilaku konsumen maupun masyarakat," ujar Vice President Publik Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Medan, Selasa.
Ia menyebutkan, akhir-akhir ini banyak beredar promosi alat penghemat listrik dalam berbagai bentuk yang menyasar masyarakat.

Baca juga: Hadapi COVID-19, PLN tetap siaga jaga pasokan listrik masyarakat

Baca juga: Proyek PLTA Asahan 3 bangun terowongan membelah bukit

Sehubungan dengan itu PLN meminta masyarakat lebih waspada dan tidak memasang alat penghemat listrik yang ditawarkan oleh pihak manapun,termasuk yang mengaku petugas resmi dari PLN.

Kami tegaskan bahwa PLN tidak pernah mengeluarkan produk berapa alat yang penghemat listrik yang beredar di pasaran maupun di masyarakat," ujarnya.

Baca juga: PLTA Asahan 3 hasilkan listrik 174 MW di Sumut

Dwi Suryo menjelaskan, alat penghemat listrik yang ditawarkan itu, umumnya berupa peralatan kompensator daya yang diklai mampu menghemat listrik atau mampu memperkecil pembacaan nilai daya aktif yang terukur pada kWh meter.

Kajian di berbagai laboratorium teknik dilakukan melalui pengukuran langsung nilai daya dan energi, sudut fasa, harmonisa, juga pengamatan bentuk gelombang arus dan tegangan dengan menggunakan peralatan Power Quality dan Energy Analyzer serta Osiloskop.

Selain itu pengukuran dilakukan pada dua kondisi, yaitu ketika alat kompensator daya digunakan maupun tanpa alat kompensator daya.

"Hasil kajian dari berbagai merek dagang, penggunaan alat kompensator daya tidak memberikan dampak terhadap konsumsi daya aktif oleh beban.Dengan demikian alat kompensator daya tidak dapat membantu  mengurangi konsumsi energi pada pelanggan dan tidak mempengaruhi pengukuran energi pada KWh meter," ucap dia.

Ia mengatakan, semua alat penghemat listrik yang diteliti di laboratorium dan beredar di pasaran merupakan komponen pasif yang terdiri dari kapasitor dengan rangkaian pendukungnya.

Bahkan, saat dipasang pada beban rumah tangga yang bersifat resisitif penggunaan alat penghemat listrik dapat memperburuk faktor daya dan justru akan memperbesar energi terukur.

"Jadi, alat penghemat listrik tersebut dipastikan tidak bisa mengurangi tagihan rekening listrik," katanya.

Pewarta: Munawar Mandailing

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020