Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat menyusul ditemukannya mayat Santi Devi Malau (26), karyawati Bank Syariah Mandiri Tapteng di kamar kosnya pada Jumat (14/6) pagi.

Salah satu upaya adalah dengan melakukan visum di RSUD Pandan. Hasilnya, ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh wanita berparas cantik itu.

"Saat ini kami masih intensif melakukan penyelidikan, karena kematian korban kita duga tidak wajar. Dan setelah dilakukan visum, hasilnya ditemukan bekas cekikan di leher korban, ada bekas luka cakaran di wajah korban. Dan di pergelangan tangan korban juga ada bekas ikatan tali," terang Kapolres Tapteng melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan kepada ANTARA, Jumat (14/6) petang.

Kasat juga mohon dukungan doa agar kasus ini terungkap, karena tim Polres Tapteng saat ini sedang bergerak.

"Itu dulu informasi yang bisa saya sampaikan terkait hasil visum, kami dan anggota sedang bergerak ini," kata Dodi.

Sebagaimana diberitakan ANTARA sebelumnya, kematian Santi Devi terungkap setelah teman kerjanya mendobrak pintu kamar kosnya. Pasalnya korban tidak masuk kerja, dan ketika dihubungi telepon selularnya tidak diangkat.

Baca juga: Karyawati Bank Mandiri Syariah Tapteng ditemukan meninggal di kamar kost

Karena penasaran, rekan kerja Santi mendatangi tempat kos korban di Lingkungan I Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan.

Setelah dipanggil-panggil tidak ada jawaban, akhirnya rekan korban mendobrak pintu kamar kosnya dan.mendapati korban tergeletak di kamar mandi (bukan di tempat tidur sebagaimana diterangkan warga sebelumnya).

Melihat kondisi itu, rekan korban langsung menghubungi polisi.

Korban Santi Devi Malau adalah warga Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapteng.

Wanita berhijab ini lahir 15 November 1993 di Sibabangun.
 

Pewarta: Jason Gultom

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019