Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kota Pariaman, Sumatera Barat telah menetaskan sebanyak 1.932 telur penyu dari 2.769 telur yang diinkubasi periode Januari-Mei 2019.

"Lama penetasan dari telur-telur tersebut bervariasi mulai dari 50 sampai 63 hari tergantung musim," kata Koordinator Lapangan KKPD Pariaman M. Guntur di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan jika saat inkubasi dilakukan saat musim panas maka penetasan hanya membutuhkan waktu 50 hari sedangkan jika musim hujan maka penetasan bisa mencapai 63 hari.

Ia menyampaikan telur-telur tersebut didapatkan dari warga Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang dibeli dengan harga Rp3.150 per butir.

"Nantinya uangnya akan dicairkan secara non-tunai kepada warga tersebut," katanya.

Ia menyebutkan di KKPD tersebut terdapat tiga jenis penyu yaitu sisik, lekang, dan hijau yang dapat dilihat sebagai edukasi bagi wisatawan.

Pihaknya berharap masyarakat di daerah itu ikut menjaga kelestarian hewan tersebut dengan mengantarkan telur penyu ke konservasi tersebut.

Ia menyebutkan salah satu warga asal Padang Pariaman bernama Dedi Zulhendri (33) sering mengantarkan telur penyu ke KKPD tersebut.

"Bahkan jika ia menemukan telur dini hari maka malam itu juga ia mengantarkannya ke sini," ujarnya.

Sementara itu, Dedi Zulhendri mengatakan ia telah mencari telur penyu semenjak 2009 atau sejak KKPD tersebut dibuka.

"Dari hasil penjualannya pun cukup membantu memenuhi kebutuhan hidup," kata dia.

Namun semenjak beberapa tahun terakhir jumlah telur yang ia temukan berkurang. Dulu ia bisa menemukan delapan lokasi bertelur induk penyu dalam semalam.

"Tapi sekarang paling banyak tiga sampai empat lokasi bertelur," ujarnya.

Hendri menegaskan dirinya lebih memilih menjual telur penyu yang ditemukannya ke KKPD dari pada menjualnya ke pihak lain karena ia ingin ikut menjaga kelestarian hewan langka itu. 






   

Pewarta: Altas Maulana

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019