Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-48 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-33 tingkat Kabupaten Labuhanbatu berlangsung semarak dan meriah, Sabtu (16/3) malam.

Acara yang disaksikan sekira dua ribu orang warga Kabupaten Labuhanbatu itu dihadiri Plt. Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, Dandim 0209/LB Letkol. Inf Santoso, Kejari Labuhanbatu Setyo Pranoto dan masyarakat di area bekas Pasar Baru, Jalan Diponegoro, Rantauprapat.

Tahapan pembukaan kegiatan nuansa Islami ini, diawali pembacaan ayat suci Al-Quran, musik pengiring marawis hingga tarian kolosal penyebaran Islam di Labuhanbatu dengan penata tari, Rishan Anwar Hasibuan.

Dalam tarian kolosal yang melibatkan sebanyak 150 pelajar SLTA sederajat itu menyampaikan pesan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.

Diawali alunan senandung Bilah dari Melayu, tarian Ratoh Jarouh dari Aceh, tarian Parbegu dari Sumatera Utara hingga tarian Arabian dari Mesir menambah keberagaman suku, agama, ras dan adat-istiadat.

Dalam kesempatan itu, tarian menyampaikan sejarah singkat agama Islam yang masuk ke Labuhanbatu dari Islam Samudera Passai Aceh yang dibawa oleh Sultan Aceh yakni Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612.

Daerah kekuasaanya Sultan Iskandar Muda, dari Aceh hingga Labuhanbatu membuat dirinya semakin bijaksana. Ketika Sultan Iskandar Muda menuju Johor dan Malaka, singgah sebentar untuk beristirahat di pinggir Sungai Barumun.

Hingga akhirnya membangun Pelabuhan Batu dan kerajaan kecil di kawasan Pantai Timur Sumatera ini. Inilah awal kisah penyebaran Islam di Labuhanbatu.

Sebagai seorang Sultan, dia memperluas daerah kekuasannya termasuk wilayah Labuhanbatu. Pada saai itu, Sultan Iskandar Muda juga mendirikan Pelabuhan Batu sebagai tempat perdagangan dan mendirikan kerajaan di Panai dan Bilah.

Pewarta: Kurnia Hamdani

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019