Perayaan Tahun Baru Cina yang ke 2570 berlangsung meriah di Sekolah Global Prima National Plus yang tujuannya untuk mengintegrasikan rasa toleransi antar suku di lingkungan  sekolah global prima.

Menurut Kepala Sekolah SMP Global Prima  Maria Linda SPd latar belakang kegiatan ini didasari oleh filosofi kuno yang menarik yang pada saat itu juga digelar tarian Barongsai.

Dikatakan Maria, Barongsai adalah tarian tradisional cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa, Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun, catatan pertama tentang tarian ini biasa ditelusuri pada masa dinasti Chin  sekitar abad ketiga sebelum Masehi.

Kesenian barongsai, ungkap Maria Linda, mulai popular pada zaman dinasti  selatan- utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi . kala itu pasukan dari raja Song Wen. 

Dia kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Fan Yang dari negeri Li Yi.   Seorang panglima perang yang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian Barongsai melegenda hingga sekarang.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan seluruh siswa Global Prima yang multi etnik, para guru, staff orang tua murid tentunya para kepala sekolah di Global Prima.

Sementara itu di tempat terpisah Koordinator  Sekolah Global Prima Dr. Willy Tanjaya SH SKom MKn menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan itu.

Karena merupakan bentuk integrasi dari misi sekolah yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman baik dalam hal gender, sosial, etnik dan budaya.
    
"Dengan adanya kegiatan ini akan mempererat rasa persaudaraan di lingkunag sekolah Global Prima Medan,"kata Willy Tanjaya didampingi  Kepala Sekolah SMA Global Prima Indra Kesuma SPd., Kepala Sekolah SMP Maria Linda  SPd, Kepala Sekolah SD Global Prima Yubaniar Pratiwi, SS, MS dan  Kepala Sekolah PG/TK Loni Arti S P.         

Ia juga menyebutkan kegiatan ini bertujuan menghibur seluruh keluarga besar Sekolah Global Prima.
    

"Kegiatan ini juga sebagi bentuk apresiaasi bahwa Sekolah Global Prima menghargai kebhinekaan agama dan budaya,"kata Willy Tanjaya lagi.

Pewarta: Munawar

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019