Medan (Antaranews Sumut) - Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan melakukan pengecekan realisasi bantuan pemerintah untuk bangunan laboratorium komputer dan perpustakaan ke SMA Negeri I Delitua , Sumut.

"Sekolah itu dapat  dana dari pemerintah pusat sekitar Rp500 juta untuk bantuan pembangunan laboratorium dan perpustakaan sehingga harus dicek kembali," ujar nya di MedanRabu.

Data, katanya menunjukkan,pembangunan perpustakaan itu dibantu pemerintah Rp288, 900 juta dan laboratorium komputer sekitar Rp210 juta.

Selain kedua program itu pemerintah juga menjalankan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anak yang kurang mampu di sekolah itu.

Di sekolah tersebut sedikitnya 70 siswa yang masuk dalam program PIP dan masing-masing mendapatkan  Rp1 juta.

Bahkan untuk tahun 2019 ada tambahan 25 siswa dengan anggaran Rp25 juta.

"DPR RI  tidak ingin bantuan pemerintah.menjadi sia - sia," katanya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sendiri menjalankan program itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

DPR sendiri menilai sektor pendidikan menjadi yang utama harus dibenahi karena kesiapan sumber daya.manusia bisa menjawab tantangan ke depan.

Apalagi, ujar Sofyan Tan,  hasil perhitungan secara ilmiah di 2050 atau 105 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan berada di posisi keempat setelah RRT yang terdepan disusul Amerika Serikat dan India.

"Yang akan menikmati masa emas adalah anak-anak yang sekarang masih di bangku sekolah sehingga pendidikan sangatlah penting," ujarnya.

Pejabat di Dinas Pendidikan Wilayah Sunggal, M Basir Hasibuan, mengatakan, sekolah di Sumut masih sangat membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk membangun sarana sekolah seperti laboratorium ataupun perpustakaan.

"Dana APBD Sumut maupun Deliserdang terbatas, jadi tetap perlu bantuan pusat," ujarnya.

Dia mengatakan, di Sumut, yang paling penting adalah bantuan pembangunan perpustakaan untuk mendorong minat baca.

Secara nasional sendiri, katanya, dari 61 negara yang disurvei pada 2016 - 2017,  Indonesia berada di peringkat 60 dalam hal membaca.

Selain masalah sarana sekolah, menurut dia, penanganan penempatan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah negeri di Sunggal, Deliserdang belum merata.

Di lingkungan kerja Cabang Dinas  Sunggal misalnya, kata dia, hanya ada 336 guru ASN dan sisanya guru honorer.

Kepala Sekolah SMAN 1 Delitua, Darwin Sinulingga mengaku, pembangunan laboratorium komputer sangat menunjang proses belajar mengajar.

Keberadaan laboratorium komputer sudah sangat membantu SMAN 1 dalam menghadapi Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK).

"Jajaran sekolah berterimakasih kepada Pak Sofyan Tan karena sudah menjembatani pembangunan laboratorium komputer dan perpustakaan serta tetap mengawal sehingga kami betul - betul terarah dalam penggunaan dana bantuan itu," ujarnya.***3***

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019