Rantauprapat (Antaranews Sumut) - Ketua Forum Pemuda Desa, Provinsi Sumatera Utara, Naek Limbong mengaku kecewa terhadap minimnya perhatian sarana dan prasarana pertanian Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu.

Menurut dia, minimnya perhatian itu dikhawatirkan dapat menurunkan pendapatan ekonomi masyarakat petani hingga menambah kemiskinan di daerah. "Kami kecewa kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terhadap masalah pertanian," kata, Naek Limbong di Rantauprapat, Senin.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah seyogyanya dapat menginventarisir persoalan-persoalan ekonomi yang menyangkut kesejahteraan orang banyak, diantaranya 20 hektar lahan pertanian di Desa Sei Penggantungan yang terserang hama dan terancam gagal panen.

Ia berpendapat, perlunya perhatian khusus persoalan pertanian, karena Kecamatan Panai Hilir merupakan lumbung padi untuk Kabupaten Labuhanbatu di daerah.

"Dibutuhkan perhatian khusus untuk 6 ribu hektar lahan pertanian di Labuhanbatu," tegas Naek Limbong yang juga pemuda Warga Desa Sei Penggantungan ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanatu, Agus Salim Ritonga belum dapat memberikan keterangan terkait minimnya perhatian pemerintah daerah di bidang pertanian. Konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat juga belum terjawab.

Sebelumnya, sebanyak 20 hektar tanaman padi tadah hujan atau sistem pengairan mengandalkan curah hujan di di Desa Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir terserang hama dan di khawatirkan hasil panen kurang memuaskan. Sejumlah petani mengaku harus pasrah, hasil panen padi tidak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga maupun operasional biaya sekolah.

Upaya penyemprotan menggunakan racun hama Amabas, Darmabas dan Virtako hingga saat ini tidak menghasilkan apapun di saat tanaman padi memasuki masa populasi yang tinggi.

Mereka berharap, pemerintah memperhatikan masyarakat petani untuk meningkatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan di daerah. Namun hingga saat ini pemerintah daerah belum menanggapi keluhan masyarakat petani tersebut.

 

Pewarta: Kurnia Hamdani

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019