Medan (Antaranews Sumut) - Pesanan kamar hotel untuk malam Tahun Baru 2019 di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara berkurang sekitar 10 persen dampak terjadi longsor di Jalan Nasional Pematang Siantar - Parapat.

"Beberapa tamu membatalkan pesananan kamar di malam Tahun Baru 2019 karena khawatir di perjalanan pascaterjadi longsor di Jalan  Pematang Siantar - Parapat," ujar General Manager Inna Parapat Hotel,  Maryanto Sanusi yang dihubungi dari Medan, Senin.

Padahal sebelumnya sejak Oktober, November dan awal Desember 2018, pesanan hotel untuk malam Tahun Baru 2019 di Inna Parapat sudah 99 persen.

"Gimana lagi, tidak bisa calon tamu dipaksa.Walau cuaca di Parapat sudah mulai cerah dan jalan longsor sudah diperbaiki," katanya.

Dia mengakui, bagi tamu yang sudah memberi panjar uang hotel, namun membatalkan, maka uangnya "hangus" atau tidak dikembalikan.

Sementara bagi calon tamu yang sudah melunasi tarif kamar hotelnya akan dikembalikan sekitar 50 persen.

"Manajemen Inna Parapat Hotel memahami kekhawatiran tamu hotel,  tetapi sebaliknya tamu juga diharapkan memahami kebijakan manajemen hotel," ujarnya.
 
Akibat pembatalan tamu hotel, tingkat hunian Hotel Inna Parapat di malam Tahun Baru 2019 tinggal 89 - 90 persen dari sebelumnya hampir penuh atau 99 persen dari 102 kamar hotel yang tersedia di Inna Hotel.

Maryanto menyebutkan, harga kamar Inna Parapat untuk malam Tahun Baru berkisar Rp1, 7 juta per malam.

Harga kamar itu sudah termasuk untuk tiga kali makan (sarapan, makan siang dan makan malam / Gala Dinner).

Acara "Gala Dinner" yang berakhir hingga pukul 23.00 WIB itu disuguhi berbagai acara termasuk  "door prize"/ hadiah untuk tamu hotel.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis menyebutkan,  longsor di Jalan Nasional Pematang Siantar - Parapat yang terjadi pada Minggu  malam pukul 21.30 WIB sudah bisa dilalui Senin pukul 05.45  WIB.

"Jembatan Lomban Sidua dua Parapat sudah terbuka," katanya

Dia menegaskan, pembersihan bekas longsor terus dilakukan walaupun jalan itu sudah bisa dilalui.
 
Bahkan, katanya, tiga alat berat disiagakan di lokasi untuk berjaga-jaga.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018