Medan (Antaranews Sumut) - Tiga pemanah Medan akan menguji kemampuan dalam even bertaraf Internasional bertajuk "Indonesian Open Archery Championship 2018" di Bali pada tanggal 9-15 Desember mendatang.

Tiga atlet Medan yang berlaga di kelompol umur 12 yakni Ahmad Fauzan Sinuhaji pelajar SDN 060870 Medan, Brian Tondi Siregar pelajar SMP Swasta Medan dan Sabrina Aidila Anwari pelajar SMP 1 Medan.

"Untuk menambah jam terbang atlet dan menambah pengalaman. Planters Archery Club yang merupakan klub panahan Sumut mengirimkan tiga atlet" ujar manajer tim Yose Andri Sinuhaji di Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Medan/STIP-AP Jalan Willem Iskandar Medan, Minggu (2/12)

Ia menuturkan perhelatan Grand Indonesian Open Archery Championship 2018 di Bali yang memiliki skala pertandingan Nasional dan Internasional ini merupakan salah satu wujud persiapan para atlet yang dipersiapkan  untuk mengikuti Popnas 2019 di Papua.

Lebih lanjut ia menjelaskan kejuaraan ini diikuti antara lain Australia, Malaysia, Singapura dan negara lainnya. Incaran prestasi minimum dapat meraih 5 besar dan maksimal dapat medali sebagai oleh-oleh dari Bali untuk di bawa pulang ke Medan.

Ia memaparkan pembina Planters Archery Club merupakan Ketua Perpani Jakarta Utara, Herman Prasetyo yang memiliki program dan kurikulum latihan panahan yang berbeda dengan panahan yang ada di Sumut umumnya dan Medan khususnya.

Hal ini tentunya agar atlet Medan dapat memberikan yang terbaik untuk unjuk prestasi dengan pemanah daerah lain.

Sambungnya, untuk saat ini Planters Archery Club yang dibentuk tiga tahun lalu memiliki 100 pemanah yang terdiri dari 40 usia dini dan remaja yang telah mengukir prestasi tingkat regional, nasional bahkan internasional.

Andri yang juga merangkap pelatih menyebutkan seluruh atlet telah melakukan persiapan yang cukup maksimal demi menjaga persaingan perebutan medali pada ajang olahraga multi even antar negara tersebut.

Ia mengakui untuk merebut medali pada cabang panahan itu bukan hal yang mudah. Pihaknya terus berupaya menjaga motivasi dan mental atlet agar bisa lebih fokus saat tampil di pertandingan nantinya.

Untuk itu, waktu seminggu yang tersisa sebelum pertandingan digelar, tim pelatih juga memilih untuk melakukan latihan. Latihan ini sebagai upaya untuk menjaga stamina dan fokus para atlet jelang laga.

"Mewakili Medan pihak kami mohon restu dan doa masyarakat Medan agar para atlet yang bertanding tampil prima untuk membawa harum nama kota Medan di kancah internasional" pungkasnya.

Sementara itu, salah satu atlet panahan Ahmad Fauzan Sinuhaji mengatakan lawan yang paling sulit dihadapi bukan atlet dalam negeri maupun luar negeri, tetapi ada pada diri sendiri. Fokus dan percaya diri merupakan modal untuk memanah tepat sasaran.

Fauzan yang baru saja menyabet dua medali emas pada ajang PORKOT Medan X/2018 sudah melakukan persiapan diri untuk bertanding di level internasional.

“Persiapannya insa Allah sudah 90 persen. Tentu persiapanya dengan latihan setiap Sabtu sekira pukul 16.00 WIB-18.00 WIB dan Minggu dari jam 07.30 WIB-13.00 WIB. Kita latihan sudah hampir 2 bulan,”ujarnya saat ditemui latihan di Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Medan/STIP-AP

Untuk istirahat, ia mengaku harus sudah tidur pada jam 22.00 WIb. “Setelah selesai latihan, sholat, mandi, istirahat, tidur pasti harus jam 10 malam untuk menjaga stamina,” tutupnya.

Pewarta: Juraidi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018