Medan, (Antaranews Sumut) - PT Inalum (Persero) sebagai satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia, terus bergerak mewujudkan visinya sebagai perusahaan aluminium global, diantaranya dengan melakukan ekspor ke Malaysia.
     
Direktur Utama PT.Inalum Budi G. Sadikin, di Tanjunggading, Rabu, mengatakan, pengeskporan aluminium ingot ke  Malaysia itu akan menjadi langkah nyata untuk menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan global terkemuka. 
     
Ke depan, perusahaan BUMN tersebut diharapkan mampu membawa Indonesia sebagai salah satu pemain global dalam pasar aluminium.”
     
Ekspor Inalum, khususnya aluminium ingot tahun ini diproyeksikan mencapai 40 kilo ton, senilai 79 juta dolar dengan tujuan ekspor ke Jepang, Swiss, Singapura, Inggris, Australia, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, dan Belanda.
   
Ia mengatakan, Pt. Inalum memproyeksikan penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya sebesar 2,51 miliar dolar di tahun 2018 ini, atau meningkat sebesar 33 persen dibanding realisasi 2017 sebesar 1,89 miliar dolar. 
   
Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). 
   
Dari Januari hingga Agustus 2018, Holding Industri Pertambangan mencatat pertumbuhan nilai ekspor sebesar US$ 1,57 miliar atau 83% dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar US$ 1,89 miliar.
     
Peningkatan kinerja ekspor ini sesuai dengan mandat pembentukan Holding Industri Pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia. 
     
Untuk itu PT. Inalum terus mengejar berbagai target seperti pengembangan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan peningkatan devisa negara melalui kegiatan ekspor aluminium.
     
"INALUM juga terus menjalin kerjasama dengan pembeli di luar pasar Indonesia, seperti yang dilakukan kemarin dengan mengekspor 20.000 ton aluminium ingot ke Trafigura Pte. Ltd, di Port Klang Malaysia," katanya.***3***


 

Pewarta: Juraidi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018