Taput (Antaranews Sumut) - Nilai stok pil kb di dinas keluarga berencana dan pembangunan keluarga sejahtera Tapanuli Utara membengkak setelah kesalahan input data yang diduga dilakukan oknum bendahara material di Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Sumatera Utara.

"Ada kesalahan input nilai harga barang dalam stok pil kb hingga Rp.1,3 miliar," ungkap Kadis KBPKS Taput, Alexander Gultom, Kamis.

Timbulnya selisih nilai hingga Rp.1.375.199.000, disebabkan oleh pencantuman harga satuan hingga 6 kali lipat, yakni dari harga per item senilai Rp.18.600 menjadi Rp.118.000 atas 13.835 cyc pil kb.

"Padahal harganya paling mahal Rp.20.000 per item. Itupun sudah memiliki merek yang berbeda," sebutnya.

Kata dia, walau telah dikoreksi kembali, kesalahan pencantuman nilai harga tersebut yang terjadi pada 2017, terlanjur menjadi poin temuan BPK perwakilan Sumut yang dimuat dalam laporan hasil pemeriksaan pada akhir tahun 2017.

Yusuf didampingi koleganya Hery, yang merupakan staf di dinas PPKB Sumut, yang saat ditemui di Tarutung, sedang bersama Kadis KBPKS Taput Alex mengakui, kesalahan input data tersebut disebabkan oleh kelalaian oknum bendahara material yang berkantor di Medan.

"Itu memang kesalahan input data bendahara material di Medan. Saat itu, dianya memang dalam keadaan kurang sehat," sebut Yusuf.

Menurutnya, kesalahan pencantuman nilai harga barang yang sama juga dialami oleh dinas KBPKS Tapanuli Selatan sebagaimana terjadi di Taput.

Pewarta: Rinto Aritonang

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018