Medan (Antarasumut) - Partai Persatuan Pembangunan Sumatera Utara bersikukuh pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur harus sama-sama beragama Islam.

"Kami menolak konsep `pelangi`," kata Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Yulizar Parlagutan Lubis yang menghubungi Antara di Medan, Rabu.

Ketika menelepon Antara sekitar pukul 11.00 WIB, Yulizar Parlagutan Lubis mengaku masih berada di kantor DPP PPP di Jakarta.

Menurut Yulizar, ia bersama Sekretaris DPW PPP Sumut Kamaruddin Harahap masih berangkat menemui Ketua Umum DPP PPP Rolahurmuziy ke Jakarta untuk meminta arahan dan kepastian mengenai calon yang akan didukung dalam pilgub.

Pihaknya telah mendapatkan informasi jika PDI Perjuangan telah menetapkan pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dengan koalisi bersama PPP.

Namun pihaknya menolak pasangan cagub-cawagub tersebut karena ingin menduetkan pasangan Islam-Islam sesuai asas parpol.

Sikap politik tersebut dinilainya sebagai bentuk komitmen dalam menjaga aspirasi mayoritas warga Sumut, termasuk dukungan sejak awal kepada Tengku Erry Nuradi yang masih menjabat gubernur Sumut.

Baca Juga :Pemeriksaan kesehatan bakal cagub-cabup di rs Adam Malik

Jika PDI Perjuangan bersikukuh mencalonkan Djarot Saiful Hidayat, PPP ingin mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berpasangan dengan Tengku Erry Nuradi.

"Terserah mau dibuat Erry menjadi nomor 1 (cagub), mau pun nomor 2 (cawagub)," katanya.

Jika DPP PPP memaksa untuk menerima pasangan Djarot-Sihar, kepengurusan PPP Sumut akan menolak untuk memberikan dukungan ke KPU Sumut.

"Apapun ceritanya, kami akan melawan," ujar Yulizar Parlagutan Lubis. ***2***


Pewarta: Irwan Arfa

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018