Medan, 2/6 (Antarasumut) - Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi meminta para tokoh agama, masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, media, dan jajaran birokrasi untuk menjaga Pancasila.

"Pemahaman Pancasila harus terus diingatkan termasuk di dalam pemberitaan di media massa dan bahkan di media sosial," ujarnya di Medan, Kamis.

Dia mengatakan itu dalam kaitan peringatan Hari Lahir Pancasila dimana sebelumnya dilakukan upacara.

Gubernur Sumut menegaskan, sudah menjadi komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sebagai pengentas kemiskinan.

Pemerataan kesejahteran dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengalaman nilai-nilai Pancasila.

Sebelumnya saat bertindak selaku inspektur Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di halaman Kantor Gubernur, Medan, HT Erry membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pidato itu disebutkan Pancasila adalah lambang negara yang menjadi pemersatu rakyat Indonesia yang beragam.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Soekarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

Presiden menyebutkan adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Untuk itu harus diingat kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman.

Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman dari Sabang sampai Merauke dan Dcari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman.

Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama ,kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia itulah ke Bhinneka Tunggal Ika-an kita.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sedang mengalami tantangan dimana Kebhinekaan sedang diuji.

Saat ini ada sikap tidal toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila.

Masalah itu semakin mencemaskan takkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Presiden menyebutkan, sangat perlu bangsa ini belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara.

Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bangsa bisa terhindari dari masalah tersebut,

Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajulan negeri

Presiden menegaskan, dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damal, adil dan makmur di tengah kemajemukan.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2017