Samosir, 14/12 (Antarasumut) - Danau Sidihoni di Kecamatan Ronggur Nihuta membutuhkan sentuhan penataan Pemerintah Kabupaten Samosir supaya bisa dikenal kembali oleh masyarakat luas.
     Di era tahun 90-an ke bawah, danau itu menjadi daya tarik bagi wisatawan dari manca negara, nusantara, dan lokal untuk menyaksikan keberadaannya.
     "Layak untuk dikembangkan, berpotensi karena memiliki keunikan tersendiri," kata pemerhati wisata Kabupaten Samosir, Fernando Sitanggang, Rabu.
     Keunikan itu berdasarkan letak Danau Sidihoni di atas Pulau Samosir, sementara Pulau samosir dikelilingi Danau Toba.
     "Jadinya ada danau di atas danau, dan berjumlah tiga, Danau Sidihoni, Danau Natonang, dan Danau Paleongggang," sebut Fernando.
     Menurut Fernando, danau itu tercipta karena bentukan lubang besar di antara bebukitan sekitar Kecamatan Ronggur Nihuta.
     Sedangkan sumber air utama mengandalkan musim hujan berkepanjangan dan juga sejumlah mata air di daerah atasan.
     Danau itu menjadi bagian sumber kehidupan bagi warga sekitar untuk keperluan mencuci, mandi dan lainnya.
     Danau di area seluas tiga hektare itu dikelilingi hutan pinus dan perbukitan, serta berada di puncak Pulau Samosir, sehingga bisa melihat perairan Danau Toba.
     Infrastruktur ke danau itu terbilang baik, hanya saja fasilitias pendukung wisata, seperti penginapan, jual makanan dan permainan di lokasi sekitar danau minim.
     "Selama ini mengandalkan kebaikan warga setempat yang ramah dan bersedia menyiapkan tempat untuk istirahat," kata Fernando.
     Pengelolaan Danau Sidihoni secara terukur, terarah dan terstruktur diyakini akan menarik wisatawan untuk berkunjung.
     "Fasilitas dilengkapi dan dibenahi, penampilan seni budaya, cerita legenda, permainan," kata Fernando.
     

Pewarta: Waristo

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016