"Mengacu pada hasill monitoring BMKG bahwa di Sumut pada April -Juni terjadi musim kemarau basah, maka Distan (Dinas Pertanian) Sumut mengambil langkah mengawal pelaksanaan masa tanam padi, cabai, dan bawang merah agar produksinya nanti bisa bagus," kata Kepala Distan Sumut, M.Room.S di Medan, Rabu.
Pengawalan dilakukan dengan berbagai cara dan melibatkan berbagai terkait mulai dari memberikan penyuluhan kepada petani dan menginstruksikan produsen pupuk memperlancar distribusi pupuk .
Pemerntah Provinsi Sumut berharap pada tahun ini semua hasil produksi tanaman khususnya kebutuhan pokok seperti padi, cabai dan bawang bisa sesuai target.
"Sumut menargetkan bisa segera mencapai swasembada dalam beberapa tanaman kebutuhan utama seperti padi dan bawang,"katanya.
Swasembada bukan hanya untuk bisa menekan gejolak harga yang akhirnya mampu menekan inflasi tetapi juga guna meningkatkan kesejahteaan masyarakat.
Dia mengaku, khusus bawang merah, produksi Sumut masih sebesar 60an persen atau 13.703 ton dari kebutuhan yang mencapai 34.395 ton.
Oleh karena itu, kata dia, tahun ini Distan Sumut berupaya meningkatkan produksi lebih besar.
Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumut, kabupaten/kota produsen hasil berbagai bahan kebutuhan memang harus benar-benar melakukan pengawalan pada tanaman menyusul cuaca ekstrem yang berkepanjangan dewasa ini.
"Untuk mendapatkan hasil maksimal ditengah banyaknya kendala khususnya cuaca ekstrem, petani tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah,"katanya.***3*** (T.E016/B/Subagyo/C/Subagyo) 27-03-2013 18:59:08
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.