Medan,26/1 (ANTARA) - Devisa Sumatera Utara dari ekspor aluminium kini cenderung turun sekitar 9,84 persen atau pada 2012 hanya 277,329 juta dolar AS.

"Ada tren penurunan devisa dari aluminium itu memang. Hingga November 2012 misalnya, devisa dari golongan barang itu tinggal 277,329 juta dolar AS atau turun 9,84 persen dari periode sama 2011 yang sudah 307,591 juta dolar AS ,"kata Kepala Badan Pusat Statistk (BPS) Sumut, Suharno, di Medan, Sabtu.

Selain dampak melemahnya harga jual, berdasarkan data, penurunan devisa aluminium Sumut tahun lalu disebabkan juga adanya pengurangan volume ekspor.

Ekspor aluminium Sumut itu sendiri terutama masih tetap ke negara Jepang.

"Karena aluminium itu juga merupakan golongan barang utama ekspor Sumut, maka penurunan penerimaan devisa dari produk itu juga ikut memicu turunnya nilai ekspor Sumut tahun 2012 dengan total 12,36 persen atau tinggal 9,553 milar dolar AS,"katanya.

Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba meminta pemerintah memantau dan mengevaluasi terjadinyi tren penurunan devisa dari aluminium itu mengingat perusahaan produsen produk tersebut yakni PT.Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan diambilalih pemerintah tahun ini.

"Harus dicermati segala kondisi agar saat tidak lagi ditangani Jepang, bisnis aluminium di Sumut tidak mengalami hambatan yang lebih besar pula,"katanya.

Pemerintah harus semakin serius melirik perkembangan bisnis itu mengingat waktu pengambilalihan perusahaan tersebut sudah semakin dekat, katanya.

Ekspor aluminium sendiri dinilai masih sangat prospek karena masih sangat dibutuhkan pasar internasional sehingga bisnis produk itu dipastikan menguntungkan.***3*** (T.E016/B/I014/I014) 26-01-2013 18:46:13


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026