Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi (pemprov) setempat menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menginstruksikan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) lingkungan Pemprov Sumut menyusun langkah konkret sesuai bidang tugas agar nilai-nilai keteladanan tidak berhenti dalam peringatan maulid nabi secara seremonial.

"Setiap tahun kita bicara tentang meneladani Rasulullah dalam pelayanan dan pekerjaan. Namun, hal itu kadang sulit dinilai," kata dia saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Kamis.

Ia juga meminta setiap OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membagi tugas masing-masing secara jelas.

"Saya minta setiap OPD dibagi tugasnya secara jelas. Apa langkah konkret meneladani Rasulullah bisa diterapkan, sehingga benar-benar terealisasi," ujar dia di hadapan para ASN Pemprov Sumut.

Pihaknya juga mengajak seluruh pihak terkait dan para undangan yang hadir memaknai pembangunan masjid sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah.

Menurutnya, masjid tidak hanya memiliki fungsi fisik sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus dihidupkan melalui fungsi sosial dan pembangunan kemakmuran di tengah masyarakat.

Bobby juga memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan imam dan qari di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara melalui pemberian insentif agar mereka dapat memiliki taraf hidup yang lebih baik.

"Jangan sampai qari kita kalah pendapatannya dari petugas keamanan. Jangan sampai karena alasan ekonomi, potensi qari justru terabaikan. Pemerintah provinsi harus hadir memberikan apresiasi dan insentif yang layak," katanya.

Ia  juga mengingatkan seluruh ASN Pemprov Sumut bekerja dengan empati dan tidak menjadi pemicu keresahan di masyarakat.

"Pesan ini ditujukan kepada ASN yang bertugas di lapangan maupun mereka yang menjalankan pekerjaan di balik meja," kata dia.

Ustadz Mulkan Azhima memberikan tausiah dengan mengajak jamaah senantiasa memperbanyak syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Ia menekankan bahwa syukur salah satu kunci meraih ketenangan hidup, baik menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

"Hati yang dipenuhi rasa syukur tidak mudah tergoda oleh hal-hal negatif dan mampu menghadapi berbagai tantangan pekerjaan dengan lebih tenang dan ikhlas," kata dia.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026