Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan 720 ton jagung pipil melalui Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur untuk menjaga stabilitas produksi dan harga telur di pasar.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan penyaluran jagung 720 ton jagung pipil itu sekitar 65 persen dari total target 1.116 ton terhitung dari Mei sampai 10 Agustus 2026.
"Kami optimistis penyaluran jagung kepada peternak ayam petelur yang sudah ditetapkan pemerintah selesai sebelum akhir Desember 2026," ujar Budi di Medan, Selasa.
Ia mengatakan penyaluran jagung SPHP tersebut ditujukan kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.
Lebih lanjut, penyaluran jagung SPHP tersebut dilakukan secara bertahap kepada peternak ayam petelur di wilayah yang sudah ditetapkan, sebagai upaya dalam menjaga ketersediaan pakan, dan menstabilkan harga.
"Untuk itu, kami mengimbau jika stok pakan ayam petelur itu habis agar segera mengambil jagung SPHP yang ada di Gudang Bulog tersebut dengan harga Rp5 ribu per kilogram," tuturnya.
Selain itu, pihaknya masih melakukan penyerapan jagung dari petani di sejumlah daerah yang secara otomatis jumlah stok di gudang semakin bertambah.
Saat ini, realisasi penyerapan jagung di berbagai daerah di Sumut mencapai 4.280 ton, dan diprediksikan akan bertambah pada Agustus, karena sejumlah daerah sudah masa panen seperti di Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, dan Pakpak Bharar.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri dan pemerintah daerah.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri dengan kadar air 18-20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.