Medan, Sumut (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengoptimalkan penyerapan gabah dari petani di daerah-daerah sentra panen guna menjaga stabilitas harga pangan.
"Kami terus mengintensifkan penyerapan gabah, terutama yang memiliki potensial panen di sejumlah daerah di Sumut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Sumut, Selasa.
Budi mengatakan wilayah yang berpotensi panen di antaranya Kabupaten Langkat, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Pandangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Lebih lanjut, ia mengatakan pembelian harga gabah kering panen sesuai yang telah ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram dari petani yang sudah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.
Budi mengatakan gabah yang dibeli dari petani nantinya digunakan untuk kepentingan masyarakat melalui program bantuan pangan, SPHP dan untuk bantuan beras jika terjadi bencana alam.
"Saya mengimbau para petani di Sumut agar segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal," ucapnya.
Ia menambahkan untuk total penyerapan gabah kering panen dari petani tersebut dari Januari hingga 11 April 2026 telah mencapai 17.264 ton atau setara 8.632 ton beras
Bulog Sumut menargetkan penyerapan gabah itu sebanyak 62.718 ton gabah kering panen pada 2026 guna menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Bulog Sumut mencatat sekitar stok beras di gudang sekitar 57.785 ton. Jika stok itu mulai menipis, pihaknya akan mengajukan penambahan beras dari pusat untuk mencukupi kebutuhan pangan di wilayah Sumut.
Pewarta: M Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026