Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memperkuat pembinaan atlet menghadapi kejuaraan di berbagai cabang olahraga.
"Selain itu, kita juga tekankan integritas atlet di berbagai cabang olahraga," kata Bobby setelah menerima pengurus KONI Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.
Sebab, Gubernur menyoroti potensi perpindahan atlet berprestasi ke provinsi lain walau sebelumnya telah mendapatkan pembinaan sebagai atlet asal Sumatera Utara.
Menurutnya, capaian peringkat empat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 harus diiringi dengan upaya menjaga atlet tidak berpindah ke provinsi lain.
"Bagaimana atlet kita tidak tertarik untuk pindah ke daerah lain, itu yang harus dijaga. Bila perlu, ada semacam penyemangat bagi mereka agar senang di Sumut," kata Bobby.
Provinsi Sumatera Utara dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 tercatat, menduduki keempat dari total 38 provinsi setelah mengumpulkan 254 medali terdiri atas 79 medali emas, 59 medali perak, dan 116 medali perunggu.
"Seperti menjadikan atlet kita brand ambassador sebuah produk nasional atau memberikan keistimewaan, seperti diskon khusus dan sebagainya," katanya.
Gubernur juga menilai, bahwa pembinaan atlet asal Sumatera Utara selama ini sudah berjalan baik, sehingga menunjukkan hasil yang signifikan.
Dari data capaian Sumatera Utara dalam beberapa ajang PON, seperti PON Riau 2012 menduduki peringkat 8, PON Jawa Barat 2016 peringkat 9, PON Papua 2021 peringkat 12, dan PON XXI Aceh-Sumut 2024 peringkat 4.
"Untuk mendapat tren positif, setidaknya kita harus mempertahankan peringkat nasional sampai tiga atau empat kali. Tapi menjaga itu, perlu pembinaan atlet cabor yang intensif," ujar dia.
Selain itu, Bobby juga mendorong pengurus KONI Sumut melihat olahraga sebagai sektor potensial penggerak ekonomi, khususnya di Sumatera Utara.
"Olahraga ini dapat menjadi industri yang berkontribusi atas pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang terjadi di sejumlah negara," tutur Bobby.
Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar mengaku, pihaknya tengah merancang Program Pembinaan Intensif (PPI) 2026 sebagai persiapan para atlet unggulan menuju PON XXII NTB-NTT 2028.
Program tersebut, lanjut dia, meliputi latihan, try out hingga training camp. "PPI ini terbagi dua kelompok, yakni kategori perorangan 118 atlet yang mengikuti tahap pertama, dan 67 atlet tahap kedua," katanya.
Sedangkan kategori beregu, ungkap dia, melibatkan sebanyak 130 atlet asal Sumatera Utara, sehingga total mencapai 315 atlet.
"Program ini didukung 84 pelatih, 52 tim pengawas dan pendamping. Ini akan berlangsung pada bulan April, Juli, dan Oktober 2026," tutur Hatunggal.
